PTM Terbatas, Orang Tua Murid Harapkan Berlangsung Setiap Hari

KBRN, Sintang: Satu Minggu telah berlangsung pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Wilayah Perbatasan Sintang Kalimantan Barat dengan Negara Malaysia tepatnya SMP Negeri 1 Ketungau Hulu disambut baik oleh Pelajar, Guru dan Masyarakat sekitar meskipun hanya dalam durasi enam puluh menit satu kali pertemuan.

Guru Garis Depan SMP Negeri 1 Ketungau Hulu Kabupaten Sintang Adam Ekalaya mengatakan satu kelas dibagi dalam dua shif dan satu shif maksimal lima belas orang, mengefektifkan durasi selama enam puluh menit, dewan guru hanya menjadwalkan satu mata pelajaran dalam satu kali pertemuan, pergantian shif diberikan jeda selama enam puluh menit agar tidak ada pertemuan siswa saat pergantian shif di Sekolah.

“Kita masuk jam tujuh, jam delapan selesai, kemudian shif kedua masuk jam sembilan, pulang jam sepuluh, waktu satu jam ini cukup panjang untuk siswa/i kami meninggalkan sekolah dan memang selama satu minggu ini tidak terlihat ada pertemuan saat pergantian shif, masalah penambahan durasi tatap muka selanjutnya, kami menunggu informasi dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Sintang,” kata Adam Ekalaya, Rabu (22/9/2021).

Sementara itu Pengawas Sekolah Dasar Kecamatan   Ambalau Jonison mengatakan Sekolah Dasar di Kecamatan Ambalau yang Ia pantau melaksanakan pembelajaran tatap muka maksimal dua jam dalam satu kali pertemuan dengan menjalankan anjuran protokol kesehatan, permintaan orang tua agar pembelajaran tatap muka terbatas dapat terselenggara setiap hari masing-masing kelas, belum mendapatkan persetujuan bersama termasuk dari perangkat Desa setempat.

“ada yang satu minggu tiga kali pertemuan per kelas, durasi maksimal dua jam dalam satu kali pertemuan, tidak diselingi waktu istirahat, jadi selesai pembelajaran tatap muka, peserta didik langsung pulang ke rumah masing-masing,” Jelas Jonison.  

Dikatakan Jonison meskipun keterbatasan sarana dan prasarana di Wilayah pedesaan, terlihat semangat pelajar dan dewan guru mampu menunjukan bahwa mereka tetap bertahan dengan sarana dan prasarana yang ada. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00