Murid Yang Tak Dapat Izin Orang Tua Untuk Ikuti Sekolah Tatap Muka Tetap Dilayani Via Daring Maupun Luring

KBRN, Sintang : Sekolah tatap muka terbatas di Kabupaten Sintang sesuai instruksi Bupati Sintang dan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang sudah boleh dilaksanakan mulai sejak tanggal 1 September lalu. Namun beberapa sekolah baru memulainya pada senin, (6/9/2021) dikarenakan beberapa ketentuan yang harus dipenuhi sekolah untuk bisa melaksanakan kegiatan sekolah tatap muka terbatas ini.

Kepala SDN 29 Nenak Tembulan, Mida kepada RRI mengatakan bahwa memang cukup banyak syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi agar sekolah bisa melaksanakan sekolah tatap muka terbatas ini, diantaranya harus ada SK satgas covid, membuat himbauan dilarang berjualan di lingkungan sekolah, menyiapkan poster tentang pencegahan covid-19, harus menyiapkan tempat cuci tangan dan handsanitizer di setiap depan pintu kelas, kemudian harus ada poster untuk mengingatkan siswa agar tidak lupa untuk cuci tangan.

Yang tidak kalah penting mengapa proses belajar tatap muka terbatas baru dimulai oleh sebagian sekolah adalah diperlukan sosialisasi kepada orang tua murid tentang apa saja yang harus dipenuhi agar pembelajaran tatap muka terbatas bisa dilaksanakan. Selain harus memberitahu seluruh orang tua siswa, sekolah juga harus memberitahu pihak RT setempat tentang akan dimulainya proses belajar tatap muka terbatas ini, maka untuk sebagian sekolah pembelajaran tatap muka terbatas baru bisa dilaksanakan pada 6 September.

“Untuk bisa melibatkan siswa dalam kegiatan belajar tatap muka terbatas adalah surat izin dari orang tua siswa berupa surat pernyataan dari orang tua bahwa orang tua mengizinkan atau tidak mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas. Bagi anak yang yang orang tuanya keberatan mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka tetap diberikan tugas-tugas baik itu daring maupun luring,” ungkap Mida.

Untuk di SDN 29 Nenak Tembulan sendiri, Mida mengatakan bahwa sesuai dengan surat edaran yang diterima bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka hanya boleh dilakukan oleh 50% dari jumlah siswa sehingga di SDN 29 Nenak Tembulan diberlakukan sistem shift. Siswa dibagi menjadi 2 shift, shift pertama pembelajaran tatap muka dimulai pukul 07.00-09.00 wib, sedangkan shift ke dua dimulai pukul 10.00-12.00 wib.

Mida mengaku di sekolah tempatnya mengajar ada 2 siswa yang tidak mendapatkan izin dari orang tuanya mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas ini dikarenakan kekhawatiran orang tua akan masih tingginya angka paparan covid-19 di Sintang pada saat dimulainya pembelajaran tatap muka saat itu, ada pula orang tua siswa yang belum mengizinkan anaknya mengikuti proses belajar secara tatap muka dikarenakan keluarga besar siswa tersebut baru saja terpapar covid-19 sehingga orang tua siswa tersebut masih belum berani mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Namun Mida mengaku hal tersebut tidaklah masalah karena orang tua siswa diberikan kebebasan untuk memilih antara memberikan izin ataupun menolak untuk anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka dan semua akan tetap dilayani oleh sekolah. (Dby)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00