Siasati Pasaran Saat pandemi, Galeri Kain Pantang Sintang Pasarkan Melalui Online

KBRN, Sintang: Ditengah pandemi covid-19, pedagang kain tenun atau kain pantang dengan ukiran khas Sintang melakukan promosi melalui online sehingga masih mampu bertahan dengan omset sekitar lima hingga sepuluh juta rupiah per bulan, seperti galeri kain pantang Sintang.

Kepada RRI salah satu pengunjung galeri kain pantang Sintang Maria Emerensiana  17 tahun mengakui setelah melihat postingan kain pantang melalui media sosial, selain memesan, ia tertarik berkunjung langsung ke galeri, ingin melihat keunikan karya di galeri kain pantang Sintang.

“Saya suka dengan kain tenun, saya datang kesini ingin memilih langsung, ada yang unik dan harganya terjangkau,” kata Maria Emerensiana, Rabu (28/7/2021).

Sementara itu Pemilik galeri kain pantang Sintang Hetty Kusendang menjelaskan sebutan kain pantang adalah nama lain dari kain tenun, penyebutan kain pantang diambil dari sebutan sehari-hari masyarakat suku Dayak  Desa di Kabupaten Sintang, kain pantang yang ia jual bervariasi harga, ukuran dan motif, harga mulai empat puluh lima ribu hingga satu juta delapan ratus ribu rupiah, hasil produksi satu anggota keluarga, ketika banyak event sebelum pandemi, omset mampu mencapai lima belas hingga dua puluh juta rupiah per bulan.

“Memang ada penurunan omset Selma pandemi covid-19 karena beberapa kegiatan masyarakat yang ditunda bahkan dibatalkan sehingga berimbas juga terhadap jumlah pemesanan, namun saya bersyukur masih mampu  bertahan,kami juga biasa menerima pesanan dari Negara lain seperti Jerman, Amerika, Inggris, Australia dan Belanda” kata Hetty Kusendang.

Dikatakan Hetty tidak jarang Ia menerima pesanan dari Luar Negeri, peminat ini membuat Ia tetap memperhatikan kualitas produksi kain tenun, ciri khas maupun asesoris yang ada. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00