Lebih Sepekan Selepas Banjir Material Longsor Tutupi Jalan Pemukiman

KBRN, Kapuas Hulu: Longsor di desa nanga jemah kabupaten Kapuas Hulu 14 Juli 2021 lalu menyebabkan jalan di permukiman warga belum dapat dilalui karena material longsor menghalangi jalan.

Kepala Desa Nanga Jemah, Kecamatan Boyan Tanjung Mahrus Effendi kepada RRI menjelaskan ketinggian material longsor berupa lumpur dipermukiman warga mencapai 50 cm sehingga pihaknya harus menyewa alat berat untuk membersihkan material tersebut.

“Sebenarnya jarak permukiman warga dari bukit Nungkai yang longsor sangat jauh mencapai 3 jam perjalanan menggunakan speed boat, namun karena banjir yang melanda Kapuas Hulu pada 2 pekan lalu cukup besar dan hampir seluruh hamparan bukit longsor menyebabkan material longsor berupa kayu dan lumpur sampai ke permukiman warga,” katanya, Rabu (28/7/2021).

Mahrus menambahkan akibat banjir dan longsor yang melanda desa Nanga Jemah pada 14 Juli 2021 menyebabkan 136 rumah warga terendam dan 750 jiwa terdampak dengan tafsiran kerugian mencapai Rp 1.100.000.000.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu Gunawan mengatakan saat ini pihaknya telah mendapatkan data korban banjir di Kapuas Hulu dan masih tahap ponyaluran bantuan ke 50 desa terdampak.

“Kami meminta kepada masyarakat Kapuas Hulu agar melaporkan kepada BPBD Kapuas Hulu jika terjadi bencana seperti banjir, tanah longsor maupun karhutla karena saat ini memasuki musim kemarau,” ujarnya. (Yos)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00