Harganas Tahun Ini di Sintang, Akseptor Dapat Layanan KB Gratis

KBRN, Sintang: Kegiatan pemberian pelayanan KB serentak sejuta akseptor dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2021 di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat yang dilaksanakan di sejumlah Puskesmas dan Praktek Bidan Mandiri di Kota Sintang hari ini disambut baik oleh masyarakat.

Salah seorang akseptor Maria Lili kepada RRI di Puskesmas Tanjung Puri Sintang mengakui sangat terbantu dengan adanya layanan KB gratis meringankan beban ekonomi keluarga di tengah pandemi covid-19, sebelumnya menggunakan alat kontrasepsi pil namun kali ini mengganti alat kontrasepri implan dengan biaya lebih mahal jika dibandingkan dengan jenis pil dan berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan oleh Pemerintah setiap tahunnya.

“Saya bersyukur sekali mendapatkan layanan KB gratis seperti ini, sebelumnya pakai KB pil dan hari ini saya coba pakai implant, kalau biaya pribadi lumayan sih...pasang tiga ratus, buka tiga ratus,” kata Lili, Kamis (24/6/2021).

Sementara itu Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang Maryadi mengatakan pelayanan KB gratis Hari Keluarga Nasional (Harganas) akan diagendakan secara kontinyu setiap tahun, bahkan tahun ini sejak awal tahun ini pelayanan telah dilakukan secara mobile ke Kecamatan sehingga pencapaian target sebanyak seribu Sembilan ratus dapat tercapai bahkan melebihi target.

“Tahun ini kita baru menunjuk Puskesmas dan beberapa Praktek Bidan Mandiri di Kota Sintang yang memberikan pelayanan KB gratis karena keterbatasan kondisi dan waktu, mudah-mudahan tahun depan dapat menjangkau hingga ke Daerah terpencil," kata Maryadi.

Usai melakukan tinjauan ke Puskesmas Sungai Durian dan Puskesmas Tanjung Puri, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan gerakan satu juta akseptor di Kalimantan Barat dengan target lebih dari dua puluh enam ribu sedangkan Kabupaten Sintang seribu Sembilan ratus lebih, target Kabupaten Sintang pasti tercapai, meskipun ditengah pandemi covid-19 banyak masyarakat yang putus kontrasepsi akibat enggan datang ke fasilitas pelayanan kesehatan, melalui gerakan ini akseptor dapat memanfaatkannya dengan baik.

“Hari ini saya meninjau dua Puskesmas, Puskesmas Sungai Durian dan Puskesmas Tanjung Puri, memastikan pelayanan terlaksana dengan baik termasuk protokol kesehatan, semuanya menunjukan kesiapan matang,” ungkap Jarot Winarno.

Dikatakan Jarot dalam rangka menanggulangi angka putus kontrasepsi ini, sejak tahun lalu  pada peringatan Hari Keluarga Nasional, BKKBN Pusat mengadakan gerakan satu juta akseptor, pada saat itu momentnya  dilakukan serentak berupa gerakan di beberapa tempat pelayanan baik swasta maupun pemerintah melakukan pelayanan terhadap satu juta akseptor. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00