Yessy Melania Minta Permen Tentang Ikan Belida Dievaluasi

KBRN, Sintang: Anggota Komisi IV DPR RI asal Kalimantan Barat, Yessy Melania menyatakan pihaknya akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat Kalbar khususnya Kapuas hulu atas peraturan  yang menetapkan status Ikan Belida masuk kategori dilindungi melalui melalui peraturan menteri Kelautan dan Perikanan.

Aturan itu, kata Yessy menimbulkan reaksi di tengah masyarakat Kalimantan Barat, bahkan mendapatkan penolakan dari masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu.

Ia menyatakan sempat kaget ikan belida masuk kategori ikan yang dilindungi melalui peraturan menteri Kelautan dan Perikanan. Pihaknya menatakan permen itu perlu dievaluasi karena sudah menimbulkan reaksi di tengah masyarakat. Yang kemudian mendapatkan penolakan dari masyarakat Kapuas Hulu terutama UMKM.

Yessy menyebut sudah menyuarakan agar peraturan menteri tersebut dievaluasi. Namun dia memerlukan dukungan pemerintah kabupaten dan provinsi untuk bisa beraudiensi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Saya terus menyuarakan kepentingan Kalimantan Barat di pemerintah pusat. Saya minta dukungan masyarakat Kalbar untuk memberikan data dan informasi yang perlu kita sampaikan di pemerintah pusat," harap Yessy, minggu (13/6/2021)

Ikan Belida Borneo, masuk dalam 19 jenis ikan yang dilindungi dengan status perlindungan penuh, berdasarkan Kepmen KKP Nomor 1 Tahun 2021.

Perlindungan penuh terhadap seluruh tahapan siklus hidup, termasuk bagian tubuhnya dan produk turunan ikan yang ada

Ikan belida merupakan bahan baku olahan makanan khas di Kalbar, seperti kerupuk basah, hingga kerupuk ikan, Ikan Belida sendiri masih dikatagorikan ikan yang mudah didapati diperairan kapuas.

Sejumlah warga Kalimantan barat pun menyatakan tidak setuju dengan aturan ini, seperti diungkapkan warga Melawi Erlangga mengatakan, alasan pemerintah dalam larangan mengkonsumsi ikan sangat tidak tepat.

“Alasan larangakn konsumsi ikan ini tidak tepat apalagi jumlahnya masih banyak dan digemari masyarakat,” katanya.

Sementara Sekda Kapuas Hulu mohamad Zaini mengatakan aturan menteri tentang larangan mengkonsumsi belidak dapat dipahami karena populasi di kapuas semakin berkurang.

“Perlu  ada pembatasan konsumsi namun tidak perlu dilarang sama sekali, pemerintah kabupaten Kapuas hulu juga sebenarnya telah memilki aturan besaran ikan untuk dikonsumsi, aturan ini untuk menghindari kepunahan,” kata Sekda. (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00