Omzet Pedagang Kembang Api Turun Hingga 50 Persen

KBRN, Sintang : Idul Fitri biasanya menjadi lahan penghasilan musiman bagi penjual kembang api. Namun keadaan tahun ini cukup jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Situasi pandemi yang membuat pemerintah mengambil langkah pelarangan mudik dan pelarangan mengadakan acara-acara yang mengumpulkan massa disinyalir menjadi penyebab sepinya suasana libur panjang kali ini.

Sepinya libur panjang kali berkait dengan menurunnya omzet para pedagang musiman hal tersebut diutarakan oleh Raihan, salah satu penjual kembang api yang berlokasi di kawasan simpang lima Sintang. “Banyak tahun lalu, jauh. Tahun lalu bisa dapat 2 Juta lebih sehari. Sekarang paling besar 1 juta,” kata Raihan.

Raihan melanjutkan dirinya berjualan hanya musiman seperti saat ini, Ia mulai berjualan jelang lebaran hingga sekitar H+7 lebaran. Menurut Raihan, biasanya pembeli akan sangat menurun setelah H+7 maka dirinya dan rekan-rekannya sesama penjual kembang api musiman akan menutup kiosnya pada kisaran H+7 hari raya.

Raihan mengatakan puncak pembelian kembang api di kiosnya adalah H-1 jelang lebaran yang lalu. Ia mengaku mulai membuka kiosnya sejak tanggal 26 april lalu, buka mulai jam 3 sore hingga jam 9 malam. Raihan berharap situasi pandemi seperti saat ini segera berlalu agar penjual musiman seperti dirinya yang menggantungkan nasib pada acara-acara semacam tahun baru ataupun lebaran seperti saat ini bisa kembali mengais rezeki dengan lancar. (Dby)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00