Ramai Pengunjung, Warung Kopi Jadi Target Razia Satgas Covid-19

KBRN, Sintang : Tempat hiburan malam menjadi target satgas covid-19 untuk dilakukan razia kepada pengunjung yang datang ke tempat tersebut guna menekan persebaran covid-19 di Kabupaten Sintang. Razia tempat hiburan malam ini untuk sementara menarget warung-warung kopi untuk memastikan warung-warung kopi ini melaksanakan protokol kesehatan di tempat usaha mereka.

Ditemui RRI, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Sintang, H.M Yusuf mengatakan pihaknya yang tergabung dalam satgas covid-19 Kabupaten Sintang melakukan razia di warung-warung kopi karena warung kopi bisa terlihat secara langsung kapasitas pengunjungnya dan sudah ramai sejak sore hari.

“Untuk sementara kita masih kejar warung kopi karena kapasitas warung kopi ini kan agak ramai, mereka dilihat kita. Kalau yang di café-café mereka (beraktifitas) agak malam biasanya jam 21.00 WIB ke atas baru mereka (pengunjung) agak ramai sementara kita jam 21.00 WIB (baru) masuk jadi mereka kosong. Kalau warung kopi jam selesai maghrib ya sudah ramai,” kata Yusuf.

Kegitan merazia warung-warung kopi seperti ini menurut Yusuf setidaknya sudah 2 kali dilakukan oleh pihaknya bersama dengan satgas covid-19. Dalam kegiatan ini juga langsung dilakukan tes swab. Berdasarkan release pemerintah daerah Kabupaten Sintang menyatakan dalam razia ini ditemukan setidaknya 1 pengunjung warung kopi yang hasil swab antigennya positif covid-19.

Sementara itu, salah satu pemilik warung kopi di Kabupaten Sintang, Hendro mengapresiasi razia satgas covid-19 di warung-warung kopi meskipun berpengaruh terhadap usahanya dan membuat pengunjung takut untuk datang ke tempat usahanya dengan alasan takut dirazia. Ia mengaku warung kopinya yang terletak di jalan lingkar hutan wisata ini sudah beberapa kali didatangi petugas yang memberikan himbauan penegakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan jaga jarak.

“Menurut saya tidak masalah melaksakan razia, tetapi mungkin (lebih baik) ada semacam selebaran atau surat yang ditujukan kepada pemilik usaha tentang standar prokes supaya tidak dirazia (warung kopinya). Meskipun saya merasa sudah melaksanakan prokes tetap ada ketakutan terutama dari segi waktu (buka-tutup tempat usaha),” kata Hendro.

bersadarkan himbauan yang pernah disampaikan oleh petugas kata Hendro, tempat usaha warung kopi maksimal buka hingga pukul 22.00 WIB namun beberapa warung kopi dirazia sebelum batas tutup. Dirinya mengaku sudah melakukan protokol kesehatan di tempat usahanya tetapi masih tetap khawatir jika ada pengunjungnya yang positif dan kebetulan ada razia yang kemudian berefek kepada harus ditutupnya tempat usahanya. (Dby)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00