Cuaca Ekstrem, Pengaruhi Aktifitas Penyebrangan Pelabuhan Gilimanuk

Sejumlah kendaraan antre masuk kapal lantaran cuaca buruk mengganggu pelayaran Penyeberangan Selat Bali

KBRN, Negara: Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Jembrana mempengaruhi aktifitas penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk. Gelombang tinggi serta angin kencang mengakibatkan keterlambatan kapal sehingga antrian kendaraan yang akan menyebrang menuju Pelabuhan Ketapang sempat mengantri, bahkan antrian hingga 12 jam. 

Dari pantauan di lapangan, antrian kendaraan terlihat memenuhi parkir dalam Pelabuhan Gilimanuk. Antrian kendaraan didominasi truk dan mobil pribadi. Panjang antrian diperkirakan sampai di Jembatan Timbang, dengan jarak sekitar 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Situasi tersebut terjadi lantaran cuaca buruk dan adanya perbaikan dermaga ponton. 

Sejumlah kendaraan antre masuk kapal lantaran cuaca buruk mengganggu pelayaran Penyeberangan Selat Bali 

Menurut salah satu sopir Kurniaji Prabowo (64) saat ditemui, Selasa (28/6/2022) mengatakan, antrean kendaraan terjadi dari Senin malam, puluhan kendaraan terjebak antre dari jembatan timbang atau sekitar 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

"Saya dari Jogja mas mau pulang ke semarang, tapi saat tiba di jembatan timbang, terjebak antrean. Disini sih dari Senin malam pukul 11.00 Wita," ungkapnya.

Akibat cuaca buruk yang terjadi, pada Senin (27/06/2022) malam sempat terjadi insiden truk terbalik di dalam kapal yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Penyebabnya, gelombang tinggi membuat muatan kendaraan bergoyang, sehingga truk P 9476 VN roboh dan menimpa pick up P 9016 VC. Beruntung tidak ada korban jiwa dari terbaliknya truk tersebut. 

Koordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk, I Nyoman Sastrawan melalui keterangan tertulis menjelaskan, antrean kendaraan disebabkan cuaca yang membuat keterlambatan kapal dan perbaikan dermaga ponton. 

"Terkait situasi cuaca itu bisa membuat keterlambatan kapal dan penutupan dermaga ponton karena ada perbaikan itu juga bisa berpengaruh," jelasnya, 

Sastrawan juga menyampaikan, mengenai lintas Ketapang-Gilimanuk pada bulan-bulan ini memang sedikit ektrem. Sehingga, kendaraan yang akan menyeberang dilashing atau diikat agar ketika terjadi gelombang tinggi, kendaraan tidak roboh. 

Sejumlah kendaraan antre masuk kapal lantaran cuaca buruk mengganggu pelayaran Penyeberangan Selat Bali 

"Karena itu kita selalu menghimbau agar kendaraan yang ada di kapal selalu dilashing, dan kapal-kapal yang akan menyebrang lebih waspada terkait dengan situasi keadaan saat ini," ujarnya. 

Selama cuaca ektrim beberapa hari terakhir ini, BPTD Pelabuhan Gilimanuk mencatat, selama seminggu ini telah dilakukan sekali penutupan pelabuhan akibat cuaca buruk di selat Bali. Apabila terjadi cuaca buruk, BPTD Pelabuhan Gilimanuk juga akan melakukan sistem buka tutup pelabuhan. Pihaknya juga selalu mendapat informasi dari BMKG setiap jam mengenai kondisi cuaca selat Bali, agar jika ada cuaca buruk di selat Bali diwaspadai demi keselamatan para penumpang dan crew kapal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar