Belasan Perahu Boat Disiapkan Bagi Warga di Tiga Desa

KBRN, Bangli : Guna memfasilitasi warga di tiga desa yakni Terunyan Abang Songan dan Abang batu Dinding untuk melakukan aktivitas sehari-hari, tim gabungan penanganan bencana menyiapkan belasan perahu boat untuk warga. Hal tersebut dilakukan pasca kembalinya ditutup akses jalan menuju tiga desa tersebut .

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bangli, I Ketut Agus Sutapa, Kamis (21/10/2021) mengungkapkan, jika pasca di tutupnya kembali akses jalan menuju tiga desa yakni, Desa Terunyan, Abang Songan dan Abang Batu Dinding. Tim oprasi gabungan tlah menyiapkan sebelas unit perahu boat.

“Ada sebelas unit boat yang kita siapkan untuk melayani warga, diantaranya boat milik kepolisian, dinas perhubungan dan milik penyebrangan dermaga,” ungkapnya.

Agus menambahkan, jika nantinya perahu boat tersebut akan melayani penyeberangan warga dari Dermaga Kedisan menuju ke tiga desa tersebut. Namun saat ini tim masih melakukan kordinasi dengan warga di tiga desa, untuk menentukan jadwal penyebrangan.

“Boat yang kami siapkan akan melayani penyebrangan warga, untuk sekolah dan  membeli kebutuhan sehari-hari. Namun kami masih melakukan kordinasi  dengan tokoh warga setempat untuk menysun jadwal penyebrangan . sehingga penyebrangan bisa terkoordinis dengan baik,” imbuhnya.

Penyiapan boat tersebut dilakukan lantaran akses jalan menuju Desa Trunyan kembali ditutup sejak selasa (19/10.202/) kemarin. Lantaran kondisi longsor masih sangat labil dan beberapa kali terjadi longsor susulan di titik satu lokasi longsor, pasca longsor yang akibat gempa yang terjadi Sabtu lalu.

“Memang semua titik longsor tlah berhasil dibersihkan tim gabungan senin (18/10/2021) , namun kami memutuskaan untuk menutup kembali akses jalan. Karena masih sering terjadi longsor susulan berupa bebatuan, sehingga sangat mebahayakan warga,”ungkapnya.

Karena itu , pihaknya  mengaku masih akan melakukan kordinasi dengan instansi terkait laiinnya guna mengambil langkah penanganan kedepannya.

“kami masih akan melakukan kordinasi dengan instasi terkait, seperti PVMBG dan yang membidangi ke geologian, untuk melakukan kajian. Sehingga kami bisa menentukan langkah penanganan kedepanya,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00