Pengancam Penagih Utang Dengan Pedang Diamankan

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto beberkan barang bukti kasus pengancaman, Senin (29/6/2020)

KBRN, Singaraja : Seorang pria berinisial GSU, warga Banjar Dinas Kajanan Desa Penglatan Kecamatan Buleleng diciduk jajaran Satreskrim Polres Buleleng. Dia diamankan karena diduga mengancam seorang penagih utang dengan menggunakan sebilah parang.

Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu (24/6/2020) lalu sekitar pukul 12.00 Wita di Banjar Dinas Kajanan Desa Penglatan Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

“Pada diri pelaku ditemukan barang bukti senjata tajam berupa sebilah pedang dengan ukuran panjang sekitar 60 cm dengan gagang dari kayu berwarna coklat dan diakui digunakan pelaku untuk melakukan pengancaman terhadap korban,” beber Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto, Senin (29/6/2020).

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban, Gede Swasta (28) warga Desa Menyali Kecamatan Sawan, bahwa telah terjadi perbuatan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam. Selanjutnya Tim opsnal unit 1 Pidum Satreskrim Polres Buleleng langsung menindaklanjuti atas laporan tersebut dengan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Saat tiba di TKP tim opsnal unit 1 pidana umum satreskrim Polres Buleleng langsung menemukan pelaku yang bernama berinisial GSU, warga Banjar Dinas Kajanan Desa Penglatan Kecamatan Buleleng.

"Selanjutnya tim opsnal melakukan penggeledahan terhadap rumah pelaku dan didapatkan barang-barang berupa 2 buah tombak dua pucuk senapan angin 1 senjata pistol gas jenis organ 3 buah pedang panjang dan 2 buah sangkur yang semuanya di akui milik pelaku dan tanpa dilengkapi izin," urainya.

Pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Polres Buleleng untuk proses penyidikan lebih lanjut. Pelaku yang berinisial GSU mengaku melakukan perbuatan tersebut karena emosi kepada korban atau pelapor yang merupakan pegawai FIF Cabang Singaraja yang pada saat tersebut menagih cicilan kredit sepeda motornya sejumlah Rp300.000 hingga Rp400.000. Menyinggung kepemilikan senjata tajam, pistol dan senapan angin, tersangka GSU yang juga mantan anggota ormas ini mengaku hanya sebagai koleksi semata.

Pelaku diduga melanggar pasal 368 ayat 1 Kitab Undang Hukum Pidana tentang pengancaman dengan pidana penjara paling lama 9 tahun dan pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat RI nomor 12 tahun 1951 mengenai kepemilikan senjata tajam tanpa izin dengan pidana penjara paling lama 10 tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00