Desa Pegayaman Berdarah, Duel Maut Tewaskan Dua Orang

Kapolsek Sukasada, Kompol I Made Agus Dwi Wirawan ditemui usai meninjau lokasi peristiwa Senin (4/7/2022)

KBRN, Singaraja: Desa Pegayaman, Sukasada kembali menjadi sorotan usai peristiwa duel maut mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Peristiwa perkelahian berdarah terjadi di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng pada Minggu (3/7/2022) sekira pukul 23.00 wita melibatkan sesama warga sekitar. Namun akibat kasus ini, dua orang diantaranya meninggal dunia, akibat mengalami luka terbuka. 

Kapolsek Sukasada, Kompol I Made Agus Dwi Wirawan ditemui usai meninjau lokasi peristiwa Senin (4/7/2022) mengatakan, dua orang yang meninggal dunia itu masing-masing bernama Ketut Vauzi dan Edi Salman.

Kronologis peristiwa, Kompol Dwi menyebut, kasus perkelahian ini bermula saat Vauzi sedang tidur bersama keluarganya di rumah. Tiba-tiba Edi Salman bersama dua rekannya berinsial J dan N datang, lalu memanggil Vauzi agar segera keluar dari rumah. Mendengar hal tersebut, Vauzi pun terbangun dan keluar. Hingga akhirnya terjadi perkelahian. Dari peristiwa itu Edi Salman yang bertandang meninggal dunia di TKP.

"Dua rekannya melarikan diri. Sedangkan Vauzi dalam kondisi sekarat meninggal dunia di RSUD Buleleng," ungkap Dwi Wirawan.

Hingga berita diturunkan, pihak kepolisian yang sudah mengantongi keterangan saksi belum dapat memastikan apakah dua rekan Edi Salman itu terlibat dalam perkelahian. Polisi masih memburu dua pria yang disebut oleh saksi.

Dikonfirmasi perihal motif, perkelahian berdarah disulut akibat kesalahpahaman. Edi Salman bersama dua rekannya itu mengira bahwa Vauzi merupakan mata-mata polisi. Pasalnya, Edi Salman berserta dua rekannya itu merupakan komplotan pencuri sepeda motor. Mereka terindikasi pernah melakukan pencurian motor di Jalur Gitgit, Kecamatan Sukasada pada Sabtu (28/5/2022) lalu.

Saat itu korbannya sedang berteduh di sebuah warung yang tutup, karena diguyur hujan lebat. Motor Honda Scoopy DK 2195 VN itu diduga dicuri oleh Edi Salman berserta dua rekannya itu. Saat pencurian motor itu terjadi, pihaknya kepolisian melakukan upaya penangkapan terhadap Edi Salman di kediamannya. Namun saat petugas datang, Edi Salman berhasil melarikan diri. Bahkan polisi sempat memberikan tembakan peringatan, hingga timah panas itu mengenai organ tubuh Edi Salman. Pasca kejadian itu, Edi Salman pun  mengira bahwa Vauzi lah yang membeberkan aksi pencuriannya itu kepada polisi. 

"Sehingga Edi Salman naik pitam, lalu menyerang Vauzi di rumahnya, hingga berujung pada kematian," terang Kapolsek Sukasada.

Sementara disinggung terkait barang bukti yang berhasil diamankan, Kompol Dwi menyebut berupa sebilah parang (kelewang) yang ditemukan di TKP. Hingga saat ini pengembangan pemeriksaan terhadap kasus ini terus dilakukan pihak kepolisian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar