Umarok Nekat Bobol Toko Senapan Angin Untuk Modal Menikah

KBRN, Singaraja: Nekat membobol toko senapan angin lantaran kepepet modal menikah, Umaro alias Marok (25) diringkus pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sukasada. Pemuda asal Desa Pegayaman itu nekat melancarkan aksi membobol toko senapan angin Lubdaka yang beralamat di Jalan Jelantik Gingsir, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Aksi itu dilakukan bersama seorang rekan satu desa, Abdul Manaf pada malam tahun baru 1 Januari 2021. Dari toko tersebut keduanya sukses menggondol 21 pucuk senapan angin berbagai jenis untuk dijual.

Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan dalam keterangannya mengatakan, perstiwa itu terungkap berdasarkan laporan pemilik toko, Putu Hardi Pertama Yasa.  Pencurian ini baru dilaporkan pemilik pada 1 Mei 2022 setelah ada seseorang yang datang melakukan service senapan angin. Berdasarkan petunjuk tersebut, polisi menemukan titik terang kasus yang mengarah kepada pelaku pencuri yang tiada lain adalah Marok.

Pemuda asal Pegayaman itu harus menanggung perbuatannya sendiri lantaran rekan yang diajak membobol Toko Lubdaka meninggal dunia gantung diri beberapa bulan lalu.

“Peristiwa ini terjadi lebih dari setahun. Pengungkapan berawal dari petunjuk seorang melakukan service senapan angin yang identik dengan barang yang hilang, Dari hasil penyelidikan polisi mengarah kepada Marok yang akhirnya ditangkap 30 April 2022,” jelasnya saat menggelar press relis di Mapolres Buleleng, Rabu (25/5/2022).

Diceritakan sebelumnya, keduanya melancarkan aksi dengan berbagi peran dalam pembobolan tersebut. Marok menunggu di atas sepeda motor, sementara Agus Manap yang masuk bertugas menguras isi toko yang didalamnya berisi senjata angin. Usai pencurian tersebut, Agus memberikan dua pucuk senapan angin kepada Marok ditambah uang Rp 2 juta. Dalam perkembangannya saat ini Polisi masih mencari senapan angin yang dicuri pelaku, karena baru satu pucuk yang ditemukan. 

“Total senjata yang berhasil dibawa kabur 21 pucuk dengan total kerugian kurang lebih Rp. 105 juta,” terangnya.

Sementara sesuai pengakuan pelaku, Marok nekat ikut melancarkan aksi pembobolan toko senjata angin setelah bercerita kepada Abdul Manaf. Dengan alasan butuh modal menikah Marok akhirnya sepakat untuk ikut membobol toko milik Agus Dwi Wirawan.

“Saya diberi 2 senjata sementara 19 senjata Abdul Manaf yang bawa. Saya jual senjatanya per unit Rp. 1 juta dan semuanya digunakan untuk modal menikah,” jelasnya.

Atas perbuatannya Marok ditetapkan menjadi tersangka pencurian dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar