Curi NMax di Pebuahan, Residivis Dibekuk Polisi di Buleleng

KBRN, Negara : Jajaran Reskrim Polres Jembrana membekuk pelaku pencurian sepeda motor Yamaha N-Max milik warga Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Pelaku pencurian, AH (20) berstatus mahasiswa dan pernah dipenjara 2,5 tahun karena kasus penganiayaan. Dari keterangan polisi, pelaku nekat mencuri sepeda motor milik Andini Nur Apriliani (22)  warga Pebuahan, lantaran keinginan memiliki sepeda motor.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP M. Reza Pranata didampingi Kasubag Humas, Iptu I Ketut Suartawan, Minggu (22/5/2022) mengatakan kasus pencurian ini dilakukan tersangka pada Senin (16/5/2022) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita. Tempat kejadian di garase rumah milik Andini Nur Apriliani yang beralamat di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Diduga saat itu pelaku berjalan kaki sendirian ke rumah korban, dan melihat motor Yamaha N-Max warna hitam DK 2385 ZF terparkir dengan terkunci stang. Lalu, pelaku membuka kunci stang sepeda motor dengan menggunakan kunci sepeda motor yang sebelumnya atau sekitar sebulan lalu, diambil terlebih dahulu oleh pelaku. Saat itu kunci tercantol di sepeda motor tersebut. Hal tersebut menyebabkan pelaku dengan mudah berhasil membawa lari motor tersebut ke arah Barat. 

"Sepeda motor dibawa ke rumah kakeknya di Banjar Dinas Barat Jalan, Desa/Kelurahan Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Pelaku sempat membuka plat nomor untuk menghilangkan jejak," kata Kasat Reskrim.  Pelaku sengaja membawa obeng untuk membuka plat nomor serta kaca spion dan kemudian membuangnya di sungai.  Begitu menerima laporan pencurian sepeda motor, tim opsnal yang dipimpin Kanit 1 Iptu I Gede Alit Darmana, melakukan penyelidikan dan mengetahui pelaku adalah HA. Sehari berselang atau Selasa (17/5/2022) sore pelaku berhasil dibekuk di rumah kakeknya.  Polisi juga mendapati barang bukti sepeda motor, termasuk plat nomor dan spion yang sempat dibuang pelaku. Dari informasi pelaku pernah divonis hukuman selama 2 tahun 6 bulan di LP Anak Karangasem tahun 2018 dalam perkara Penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar