Polisi Menunggu Hasil Otopsi dan Siapkan Rekontruksi

Petugas saat mengevakuasi jenasah korban penganiayaan yang menyebabkan kematian Sri Indrawati (41)

KBRN, Singaraja : Kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian Sri Indrawati (41) masih menunggu hasil pemeriksaan medis berupa otopsi yang dilakukan RSUD Kabupaten Buleleng untuk memastikan penyebab korban kehilangan nyawa atas perbuatan yang dilakukan suaminya, Su In (39) di Warung Pojok, Dusun Tegallantang, Desa Pengulon Kecamatan Gerokgak.

Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto, Jumat (26/11/2021) sore mengatakan, proses pemeriksaan saksi-saksi berkaitan kasus tersebut masih dilakukan termasuk memastikan penyebab kematian korban yang masih menunggu hasil dari RSUD Kabupaten Buleleng serta rencana untuk melakukan rekontruksi.

“Untuk penyebab kematian hari ini sedang dilakukan otopsi oleh RSUD nanti hasilnya akan diberitahukan lebih lanjut ke pihak penyidik dan sekarang kita masih menunggu hasil otopsi dan setelah itu nanti kita akan melakukan rekontruksi di TK, nanti kita lihat lagi hasil perkembangan penyidikan kita tunggu dulu hasil otopsi dan pemeriksaan saksi-saksi yang lain,” jelasnya.

Hasil otopsi nantinya akan memastikan kematian korban hingga kemudian akan dikuatkan dengan reka ulang atau rekontruksi yang rencananya akan digelar di lokasi peristiwa.

Meski belum memastikan penyebab kematian korban, namun dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap pelaku maupun saksi-saksi telah menguatkan tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku Su In terhadap korban yang tidak lain istri sirinya, dimana pelaku melakukan perbuatannya degan melakukan pemukulan saat masih diluar kamar dan kemudian melakukan pemukulan dengan menggunakan tangan berulang-ulang pada kepala saat berada didalam kamar.

Setelah ditetapkan sebagai tersanfgka, Su In selanjutnya diamankan ke Mapolres Buleleng dan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang lain dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar