Kasus Asusila Terhadap Anak Kandung, Pelaku Dijerat Pasal KDRT

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya

KBRN, Singaraja : NS (47) tersangka atas kasus asusila terhadap anak dibawah umur yang notabene adalah putrinya sendiri, kini disangkakan Pasal berlapis, dimana selain terjerat Pasal 81 Undang-Undang tentang Perlindungan anak, NS juga disangkakan dengan Pasal 47 Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, Senin (18/10/2021) sore di Mapolres Buleleng mengatakan, penambahan Pasal tersebut sesuai petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng berdasarkan surat P-19.

"Pasal diterapkan penyidik, juga dikembangkan terhadap Pasal 47 dalam undang-undang KDRT. Jadi, karena perbuatan itu dilakukan di rumah tangga. Pasal 47 intinya persetubuhan itu dilakukan dalam rumah tangga,” jelas Sumarjaya.

Kasi Humas Iptu Sumarjaya mengatakan, sebagai dasar tidak ada yang berbeda dari Pasal 47 Undang-Undang Penghapusan KDRT dan Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak, hanya saja letak perbedaan, pada lingkup perbuatan pelaku dilakukan dalam lingkup rumah tangga, mengingat korban merupakan anak kandung pelaku NS.Pihak penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng dalam proses penanganan kasus itu sudah memperbaiki berkas perkara kasus tersebut sehingga dalam waktu dekat, berkas itu akan segera diserahkan ke JPU Kejari Buleleng.

Sebelumnya, tersangka NS dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2014 Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara, ditambah 1/3 dari ancaman pidana karena pelaku adalah orangtua korban. Untuk diketahui, perbuatan asusila yang dilakukan NS terhadap putri kandungnya dilakukan secara paksa sejak putrinya berusia 15 tahun, bahkan sejak saat itu, tersangka terus melakukan perbuatan asusila selama 4 tahun, hingga korban berusia 19 tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00