Ini Pengakuan Tersangka Asusila Anak Tiri di Tembuku Bangli

KBRN, Bangli : Setelah dilakukan pemeriksaan MW (52), pria yang berprofesi sebagai tukang las asal Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli pelaku penyetubuhan anak di bawah umur yang sekaligus anak tirinya sendiri resmi ditetapkan sebagai tersangka Jumat (17/09/2021). Dari hasil keterangan tersangka mengaku menyetubuhi korban sebanyak lima kali sejak bulan Februari 2021 lalu.

Saat ditanya sejumlah awak media, MW mengaku menyesali perbuatannya. Menurut pengakuan ia menyetubuhi KJ (16) yang masih berstatus pelajar SMK pada siang hari saat rumahnya dalam keadaan sepi, tanpa pemaksaan maupun pengancaman hanya merayu korban.

“Saya sangat menyesal, saya minta maaf. Ada lima kali saya menyetubuhi tidak ada memaksa ataupun menjanjikan apa, saat itu rumah dalam keadaan sepi, ibunya ke pasar. Hanya merayu sambil meraba dan Ia mau saya ajak melakukan hubungan suami istri,” jelasnya sambil menunduk.

Sementara itu Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, didampingi Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Androyuan Elim menjelaskan, tersangka pertama kali menyetubuhi korban yang sekaligus anak tirinya, saat korban sedang melakukan aktivitas di rumah. Tiba-tiba didekati oleh tersangka dari arah belakang dan menerima tindakan tak senonoh. Koban sempat menolak namun karena bujuk rayu tersangka Ia pun mau menuruti permintaan bejat ayah tirinya tersebut.

“Untuk kehamilan korban pertama kali diketahui oleh ibunya. Saat itu korban sakit dan diajak memeriksakan diri ke bidan desa, namun setelah diperiksa ternyata Ia hamil.  Usia kandungan sudah delapan bulan jalan,” ungkap Kapolres.

Setelah diketahui hamil, ibu korban sempat menanyakan siapa yang menghamilinyan namun korban enggan memberitahu. Bahkan kasus tersebut sempat ditangani oleh aparat desa setempat namun korban tetap bungkam.

“Yang melaporkan ke Polsek ayah kandung korban. Selanjutnya kasusnya dilimpahkan ke Polres, kemudian kita melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, hingga terungkap perbuatan bejat tersebut dilakukan oleh ayah tiri korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Androyuan Elim.

Setelah melalui penyelidikan, pemeriksaan sejumlah saksi, MW akhirnya ditetapkan sebagai tersangka persetubuhan terhadap anak tirinya. Ia dijerat Pasal 81 ayat 3 UU No. 35 Tahun 2021 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Pihaknya juga melakukan atensi begitu kasus ini menyeruak di desa setempat. Itu dilakukan sebagai antisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan terutama ayah korban dan pihak keluarga lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangli, menerima pelimpahan laporan kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan oleh seorang ayah pada anak tirinya yang sekaligus keponakannya, di Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli. Mirisnya si anak yang diketahui berinisial K (16) telah hamil dengan memasuki usia 8 bulan.

Kabar kehamilan korban sudah menjadi buah bibir di kalangan warga setempat sejak sebulan lalu. Selain di bawah umur, status korban masih sebagai pelajar. Ayah korban, KW, meminta bantuan ke pihak prajuru untuk menyelesaikan masalah yang menimpa putrinya, sebab belum diketahui siapa yang menghamili.  Hasilnya buntu, mengingat K tak berani menyebut siapa ayah dari janin yang dikandungnya. Kemudian dari Prajuru berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Tembuku. Akhirnya persoalan tersebut dilaporkan ke Polsek Tembuku. Setelah kasus tersebut ditangani pihak Kepolisian, baru terkuak siapa yang menghamili pelajar SMK tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00