Ayah Tega Hamili Anak Tiri di Tembuku

KBRN, Bangli : Seorang ayah tiri berinisial MW (52) asal desa Tembuku, Kabupaten Bangli  tega menyetubuhi anak tirinya berinisial KJ (16) hingga hamil delapan bulan. Kasus tersebut saat ini telah ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangli.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (16/09/2021) siang Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan membenarkan adanya kasus tersebut.

"Ya sedang ditangani masih dalam penyelidikan. Untuk jelasnya coba ke kasatreskrim," ujarnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Bangli, AKP Androyuan Elim menerangkan jika pihaknya mendapat limpahan kasus dari Polsek Tembuku, Rabu (15/9/2021) lalu.

"Saat ini terduga pelaku mengamankan diri di Polres Bangli karena takut terjadi apa-apa dari pihak anggota keluarga lain. Untuk statusnya masih sebagai saksi, karena kami masih lakukan penyelidikan," jelasnya.

Diungkapkan, dalam laporan yang diterima, diketahui seorang pria berinisial MW (52) diduga menghamili anak tirinya yang notabene juga  keponakannya  berinisial KJ yang masih di bawah umur. KJ sendiri saat ini masih duduk di bangku SMK kelas 1.

"Karena sudah ada laporan berarti wajib kami tindaklanjuti. Dari keterangan saksi terduga pelaku dan saksi korban di Polsek Tembuku, keduanya mengakui perbuatan itu. Terutama si terduga pelaku mengakui telah menyetubuhui keponakan yang juga sekaligus sebagai anak tirinya tersebut," ungkap Elim.

Disebut anak tiri lantaran si terduga pelaku merebut dan menikahi istri dari adiknya sendiri. Celakanya anak dari adiknya itu pun diembat juga yang kini sampai hamil 8 bulan. Sebagaimana pengakuan saksi korban, dirinya diajak berhubungan badan lebih dari 10 kali di rumah lamanya.

"Saat ini terduga pelaku mengamankan diri di Mapolres. Statusnya belum kita amankan, justru bersangkutan minta diamankan karena merasa tak aman jika berada di rumahnya," sebut Kasatreskrim.

Sementara ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi selain terduga pelaku dan saksi korban. Seperti ayah kandung si korban, istri pelaku dan prajuru desa setempat.

Sedangkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kabar kehamilan korban sudah menjadi buah bibir di kalangan warga setempat sejak sebulan lalu. Selain di bawah umur, status korban masih sebagai pelajar.

Ayah korban, KW, meminta bantuan ke pihak prajuru untuk menyelesaikan masalah yang menimpa putrinya, sebab belum diketahui siapa yang menghamili.  Hasilnya buntu, mengingat KJ tak berani menyebut siapa ayah dari janin yang dikandungnya.

Kemudian dari Prajuru berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Tembuku. Akhirnya persoalan tersebut dilaporkan ke Polsek Tembuku. Setelah kasus tersebut ditangani pihak Kepolisian, baru terkuak siapa yang menghamili pelajar SMK tersebut. Jelas pihak prajuru dan ayah korban tak menyangka yang menghamili korban justru paman atau yang kini menjadi ayah tirinya.

Selama ini KJ tinggal bersama ibu dan ayah tirinya. MW dan KW saudara kandung. Setelah MW menikahi ibu KJ, MW tinggal di rumah yang berbeda dengan KW. Sehingga KW tak mengetahui kejadian yang dialami anak kandungnya tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00