10 Tahun Menjadi DPO, Warga Jerman Menyerahkan Diri

KBRN, Singaraja : Tim Tabur 371 Kejaksaan Negeri Buleleng dan Kejaksaan Tinggi Bali yang melakukan operasi Tangkap Buron hingga ke Lombok berkaitan perkara penipuan yang telah memiliki putusan dari Mahkamah Agung, dengan pelaku pemilik Hotel Melka, Karl Gulther Meyer gagal melakukan penangkapan. Pasalnya Warga Negara Jerman itu, Senin (2/8/2021) siang menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Buleleng.

Humas Kejaksaan Negeri Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara yang juga Kasi Intel membenarkan setelah 10 tahun masuk dalam daftar pencarian orang akhirnya Karl Gulther Meyer menyerahkan diri setelah Tim Kejaksaan mendatangi langsung keberadaan warga jerman itu hingga ke Lombok.

“Mungkin karena saran dari keluarganya dan yang bersangkutan takut juga, akhirnya pagi yang bersangkutan berangkat dari denpasar menuju ke singaraja dan tiba di singaraja pada pukul 12.00 dan menyerahkan diri diantar sopirnya kepada tim eksekutor di Kejaksaan Negeri Buleleng, sekarang yang bersangkutan ada untuk persiapan dimasukan kedalam LP Singaraja,”

Sebelumnya, Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Bali bekerja sama dengan Tim Intelijen Kejaksaaan Tinggi NTB dan Imigrasi Lombok telah memantau pergerakan terpidana di rumah anaknya di Mataram Lombok, namun saat akan dilakukan upaya penangkapan, Warga Negara Jerman itu mendahului kabur ke Bali melalui Pelabuhan Lembar Padangbai dengan menumpang truck. Langkah pendekatan dan negoisasi yang dilakukan terhadap keluarganya akhirnya membuahkan hasil meski harus berjalan dengan alot, hingga kemudian terpidana yang telah mendapatkan putusan dua tahun penjara itu menyerahkan diri ke Kantor Kejaksaan Negeri Buleleng.

Sebelumnya dalam proses persidangan yang dilakukan, Karl Gulther Meyer pulang ke negaranya sehingga eksekusi putusan Mahkamah Agung berkaitan dengan kasus penipuan belum dapat dilakukan dan akhirnya diketahui pemilik Hotel Melka itu berada di Lombok dan dilakukan upaya pengejaran serta penangkapan oleh Tim Kejaksaan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00