Polres Bangli Terus Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika

Kapolres Bangli AKBP.I Gusti Agung Dana Aryawan laporkan kasus penyalahgunaan narkotika di Bangli semakin mengkhawaitirkan

KBRN, Bangli: Peredaran narkotika di Kabupaten Bangli sudah mulai meresahkan masyarakat dan masuk di derah pedesaan. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan pengungkapan penyalahguna narkotika oleh Satuan Narkotika Polres Bangli. Sebelumnya pada tahun 2020 lalu Polres berhasil mengungkap 22 penyalahguna narkotika dan saat ini baru enam bulan sudah berhasil mengungkap 15 penyalahguna.

Saat di konfirmasi Rabu (16/06/2021)  terkait meningkatnya pengungkapan narkotika Kapolres Bangli AKBP.I Gusti Agung Dana Aryawan mengungkapan, meningkatnya pengungkapan kasus narkotika merupakan tanda keberasilan dan meningkatkanya kinerja kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika.

“Keberasilan pengungkapan ini merupakan jalinan kerja sama kepolisian dengan dan informasi dari masyarkat , dimana masyarakat jika mengetahui ada peredaran narkotika langsung melapor ke Kepolisian. Dengan kerjasama ini berati masyarakat sudah sangat sadar akan bahayanya peredaran narkotika,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, untuk tersangka penyalah guna yang berhasil diungkap selama ini tidak ada yang melibatkan generasi muda dan pelajar. Semua tersangka penguna maupun kurir yang berhasil ditangkap berusia tiga puluh tahun keatas.

“Sekarang peredaran narkotika tidak hanya dikota saja namun sudah muali masuk ke polosok pedesaan. Biasana mereka memanfaatkan media sosial sebagai media transaksi antar pengedar dan pembeli, modus ini sudah kami pelajari dan kita menajak masyarakat agar selalu berhati-hati dan langsung melapor jika mendapat ajakan menggunakan dan tawaran narkotika,” pintanya.

Kapolres mengungkapkan, guna mencegah peredaran narkotika kepolisian trus gencar melakukan sosialisasi melaui Babin Kantibmas dan Sapari Kantimas kemasyarakat akan bahayanga narkotika.

“Untuk remaja kususnya anak sekolah memang sekarang kita kesulitan untuk sosialisasi karena tidak ada pelajaran tatap muka akibat pandemic covid-19, namun kita terus merupaya untuk mesosialisasikan bahayanga narkotika,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00