FKIP Unipas Singaraja Susun Kuriulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka

KBRN, Singaraja : Program Studi Bimbingan Konseling FKIP Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja akan segera menyusun kurikulum merdeka belajar dan kampus merdeka. Hal itu diungkapkan Ketua Program Studi Bimbingan Konseling (BK) FKIP Unipas Singaraja, Gede Danu Setiawan, S.Pd., M.Pd disela sela pelaksanaan yudisium, Kamis (13/8/2020) di aula kampus setempat, Jalan Bisma No 22 Singaraja.

Ketua Prodi BK, Gede Danu Setiawan mengatakan, disusunnya kurikulum baru pada Prodi BK Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unipas Singaraja ini sesuai dengan amanat dari kementerian Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia.

“Hari ini kami sangat berbahagia telah meyudisium 3 mahasiswa prodi BK FKIP Unipas dengan IPK tertinggi 3,59 dan IPK terendah 3,17. Kedepannya program studi bimbingan konseling akan menyusun sebuah kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka belajar dan kampus merdeka dimana dengan kurikulum ini dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri diluar prodi sebanyak 3 semester. Namun selama ini kami sudah melakukan beberapa kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kurikulum merdeka belajar tersebut yaitu magang atau praktik kerja yang berupa kegiatan praktik pengalaman lapangan bimbingan dan konseling di sekolah dan juga penelitian dan pengabdian yang melibatkan mahasiswa," papar Kaprodi BK, Gede Danu. 

Kedepan ungkap Gede Danu, pihaknya akan terus meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen. Selain itu FKIP Unipas Singaraja juga telah melakukan kerjasama dengan sekolah maupun lembaga luar sekolah yakni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Buleleng, sehingga lulusannya dapat terserap dan dipercaya di masyarakat sebagai konselor profesional.  

Yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipas Singaraja periode tahun 2019-2020 yang hanya diikuti tiga orang pada program studi Bimbingan Konseling, menurut Dekan FKIP, Dra. Ni Luh Yaniasti, M.Hum, dalam meningkatkan lulusan pihaknya tetap mengedepankan kualitas sebagai prioritas, sehingga mampu bersaing di dunia kerja.

“Walaupun kami tiga orang meluluskan dari program studi BK khususnya, namun dari segi kualitas tetap kami pertahankan. Jadi selama ini sudah 90 persen lulusan kami terserap di lapangan, di sekolah baik di pemerintah maupun swasta," jelas Yaniasti.  

Dekan Luh Yaniasti menambahkan, meskipun dalam situasi pandemi Covid-19 yang menjadi tantangan tersendiri bagi civitas akademi, proses tugas akhir berupa penyusunan skripsi, ujian hingga yudisium dapat berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan. Hal ini berkat kegigihan dari para dosen dan mahasiswa untuk memenuhi syarat atau kriteria kelulusan yang telah ditentukan, yakni menempuh mata kuliah minimal 120 sks dan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,0.  

Tiga orang yudisi dalam pelepasan Sarjana Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas Panji Sakti Singaraja yakni Kadek Dwi Astiti dengan IPK 3,59, serta Nyoman Yustawan dan Livia Lili Dasilva Alves masing masing dengan IPK 3,17. Mereka masing-masing telah bekerja sebagai tenaga pendidik di SMK Negeri 1 Seririt, sedangkan dua orang lainnya siap sebagai konselor di SMP Negeri 4 Sawan dan kembali ke Kupang untuk mengabdi di daerahnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00