Fisip Unipas Singaraja Gelar Seminar Nasional Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Desa Kawasan

KBRN, Singaraja : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja, Sabtu (2/11/2019) sore gelar seminar nasional menghadirkan narasumber Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Gede Sandhiyasa, S.Sos, M.Si dengan makalah berjudul “Pemberdayaan Masyarakat dan Sinergitas Program Dalam Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Desa Kawasan”.

Dalam pemaparannya, Kadis Sosial, Gede Sandhiyasa menyoroti program rencana kerja tahun 2020 dengan mengakomodir hasi musrenbang dan program pemerintah tentang 27 desa kawasan di Kabupaten Buleleng, dengan menunjuk 3 desa di masing-masing kecamatan.

Sesuai tupoksi Dinas Sosial, bahwa program kegiatan yang dilaksanakan jajarannya tahun depan mengacu pada 27 desa tersebut, berkaitan dengan pemberdayaan masyarakatnya, pendidikan lansia dan penanganan fakir miskinnya.

Untuk mengentaskan kemiskinan terhadap 27 desa dalam wilayah Kabupaten Buleleng sebagai bagian dari program kegiatan Dinas Sosial tahun 2020, diakui Kadis Sosial, Gede Sandhiyasa, pihaknya akan bersinergi dengan beberapa SKPD dan lintas terkait.

“Kami tidak bisa berdiri sendiri, karena harus ada sinergi antar beberapa SKPD, karena permasalahan sosial itu tidak bisa kita entaskan sendiri, jadi perlu sinergitas beberapa SKPD, untuk bagaimana 27 desa ini untuk bisa dientaskan kemiskinan menuju kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fisip Unipas Singaraja, Drs Putu Agustana, M.Si dalam tajuk makalah berjudul “Pemberdayaan sebagai Strategi dalam Pembangunan Sosial”, lebih menekankan pada partisipasi masyarakat. Menurutnya, dalam rangka pemberdayaan masyarakat di era sekarang ini, adalah bagaiman bisa menumbuhkan energi otonomi yang ada di masyarakat, utamanya dari kelompok-kelompok masyarakat kurang mampu.

“Bagaimana mensinergikan antara program pemerintah dengan program-program non-government yang bukan berasal dari pemerintah, baik yang top down maupun bottom up. Sehingga sekarang diharapkan terbentuk sebuah community building yang membuat apa yang dilakukan pemerintah nampaknya bisa terealisasi meskipun belum secara maksimal. Oleh karena itu sekarang upaya kita semua adalah bagaimana mengupayakan, memberdayakan agar masyarakat berubah, berubah mulai dari hal yang kecil, untuk itu perlu adanya pemberdayaan,” paparnya.

Dekan Fisip Unipas Singaraja, Dr Gede Sandiasa, S.Sos, M.Si mengatakan, seminar semacam ini merupakan kegiatan rutin dalam setiap 3 bulan sekali dengan mengundang SKPD tertentu, terkait bidang keilmuan yang dikembangkan di kampus setempat. Tujuannya agar mahasiswa Unipas dan perguran tinggi lainnya minimal mengetahui tugas yang dikerjakan oleh seorang administrator publik.

“Pertama dosen bisa menyerap apa yang bisa dikerjakan dan dibantu tentang program-program pemerintah yang sedang dikerjakan, secara akademik maupun secara teknologi. Kedua masukan-masukan apa yang bisa kita terima dari peserta seminar yang notabene adalah sebagian besar dari penekun-penekun ilmu administrasi publik. Kita juga ingin tahu beberapa kebijakan yang dimiliki oleh pemerintah, dimana keunggulannya dan dimana juga kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Sehingga ini adalah bahan-bahan kajian yang sangat aplikatif,” ungkapnya.

Seminar nasional yang digelar Fisip Unipas Singaraja bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, dipandu moderator Ketua Penjamin Mutu Fisip Unipas, Drs I Nyoman Sukraaliawan, S.Sos, M.Si, dihadiri 150 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa di wilayah Kota Singaraja.

Usai pelaksanaan seminar nasional, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Senat Mahasiswa Fisip Unipas Singaraja. Sebagai ketua senat mahasiswa terpilih periode 2019-2020, Gede Suarnaya kepada RRI menyatakan tugas sebagai ketua merupakan suatu amanah dari rekan-rekan Fisip Unipas, terutama dalam menyampaikan aspirasi untuk disalurkan ke fakultas. Ia pun bertekad dalam pelaksanaan program kerja kedepan, akan tetap mengacu pada pengurus senat sebelumnya.

Sementara ketua senat mahasiswa Fisip sebelumnya, Ketut Witama berharap kepada pengurus yang baru dilantik agar kedepan dapat lebih baik dan mampu berkolaborasi dalam mengawal beberapa program sebelumnya yang masih tertunda, seperti Dekan Cup sebagai event tahunan. Disamping lebih mengintensifkan kegiatan penggalian dan melalui doorprize, sehingga organisasi tersebut lebih bermanfaat bagi seluruh mahasiswa Unipas Singaraja. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00