Unipas Singaraja Tekankan Komitmen Cetak Lulusan Berkompeten dan Bermutu

KBRN, Singaraja : Perkembangan dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0 saat ini telah merangsang tumbuhnya lembaga lembaga pendidikan yang mampu memberikan keterampilan dan pengetahuan dalam waktu yang cukup singkat, dibanding dengan masa belajar yang harus ditempuh di perguruan tinggi pada umumnya. Bahkan di berbagai industri, beberapa lembaga maupun perusahaan juga telah memberikan fasilitas pelatihan profesional, untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM-nya.

Hal ini menurut Rektor Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja, Dr Gede Made Metera, M.Si, menjadi suatu tantangan bagi penyelenggara pendidikan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta, untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Jika tidak, perguruan tinggi dengan berbagai birokrasinya yang sulit berubah, lambat laut akan ditinggalkan oleh para calon mahasiswa. Kecuali bagi mereka yang memang hanya menginginkan gelar sarjana, sedangkan bagi yang mencari kompetensi akan meninggalkan perguruan tinggi.

“Kita di Indonesia Kompetensi bisa disetarakan dengan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Nah kalau kemudian perguruan tinggi tidak mau berubah, bisa menyiapkan lulusan yang cerdas, responsif, kreatif memiliki wawasan luas dan mampu membuat jaringan yang luas, maka lulusan perguruan tinggi akan kalah dengan lembaga kursus, akan kalah dengan yang belajar mandiri, karena sekarang sumber belajar itu tidak hanya di perguruan tinggi,” ungkapnya.

Fenomena ini pun disikapi Universitas Panji Sakti Singaraja, dengan menyusun suatu standar mutu dan menyatakan komitmen bersama untuk memberikan pendidikan yang bermutu kepada mahasiswa. Untuk mewujudkan mutu tersebut, diakui Rektor Gede Made Metera, eskalasinya sangat cepat dan dibutuhkan SDM handal. Terlebih di era revolusi industri 4.0 yang saat ini telah dibayangi society 5.0 yang digagas Negara Jepang dan telah dirilis pada 21 Januari 2019 lalu.

“Melalui deklarasi mutu ini, kita ingin menekankan komitmen bahwa penyelenggaraan pendidikan di Universitas Panji Sakti itu disesuaikan dengan upaya menghasilkan lulusan yang berkompeten dan bermutu. Untuk mencapai hal itu kita sudah melaksanakan sistem penjaminan mutu yaitu mulai dengan menetapkan standar kemudian melaksanakan standar, mengevaluasi apakah pelaksanaan itu sudah sesuai dengan seharusnya, itu melalui audit evaluasi itu, hasil audit ditindak lanjuti dengan pengendalian dan peningkatan standar. Itu yang kami lakukan supaya bisa menghasilkan lulusan yang siap untuk merespon perubahan, betatapun cepatnya perubahan itu,” jelasnya.

Dalam Deklarasi Mutu Universitas Panji Sakti yang telah disepakati dan dicetuskan pada Sabtu (2/11/2019) di aula kampus setempat, menyatakan bahwa seluruh civitas Unipas Singaraja berkomitmen untuk mengembangkan budaya mutu guna melahirkan lulusan cerdas dan berkualitas.

“Kami seluruh civitas Universitas Panji Sakti dengan ini berkomitmen untuk mengembangkan budaya mutu di Universitas Panji Sakti melalui implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal atau SPMI di fakultas dan unit kerja masing-masing,” ucap Rektor diikuti seluruh dosen dan pegawai.    

Deklarasi Mutu Universitas Panji Sakti Singaraja, ditandai dengan penandatanganan komitmen oleh Rektor, seluruh Dekan Fakultas dan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Sekaligus juga diserahkan hasil audit untuk ditindaklanjuti dengan melakukan pengendalian perbaikan dan peningkatan standar, masing-masing diterima oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Dekan Fakultas Ekonomi, Dekan Fakultas Hukum dan Dekan Fakultas Pertanian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00