Undiksha Kembali Dipercaya Laksanakan Seleksi Akademik PPG

KBRN, Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali mendapat kepercayaan sebagai pelaksana seleksi akademik Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG-Daljab) tahun 2022. Seleksi kali ini untuk periode VI dan VII dengan pelaksanaannya tetap berbasis domisili. Jumlah peserta sebanyak 4.855 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Seleksi periode VI dilaksanakan pada 24 dan 25 Mei 2022 dan periode VII pada 27 Mei 2022. Peserta mengikuti secara daring dari tempat tinggal masing-masing atau tempat yang terjangkau akses internet. Menghadapi ini, Undiksha sebelumnya telah memantapkan persiapan, baik untuk panitia maupun pengawas. Secara khusus, pengawas juga telah melakukan uji coba.

Ketua Pelaksana Seleksi, Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd., menegaskan dalam pelaksanaan seleksi akademik, Undiksha berkomitmen untuk selalu menjaga mutu, termasuk mutu pengawasan yang mengedepankan profesionalisme. “Ini tentu sebuah kepercayaan dari kementerian yang diberikan kepada Undiksha yang harus kita jaga. Dan kita memang selalu menjaga mutu, termasuk mutu pengawasan. Kita selalu menjaga itu,” tegasnya, Senin (23/5/2022).

Disampaikan lebih lanjut, seleksi dilaksanakan dalam lima sesi. Pesertanya terdiri atas beberapa program studi, yang didominasi oleh Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD). Ia berharap seleksi kali ini berjalan lancar. Peserta diajak untuk melakukan persiapan dengan matang, baik dalam penguasaan teknis dan sarana-prasana. Tidak kalah penting lagi, harus taat terhadap peraturan yang berlaku. “Seperti yang saya sampaikan pada tahap satu, melek terhadap IT mohon tetap dijaga. Karena kemarin ada masalah di IT. Kita tidak bisa melawan sistem. Sarana prasana juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Sebelumnya, Undiksha telah melaksanakan seleksi akademik sebanyak lima periode, dengan jumlah peserta jauh lebih banyak. Secara umum, seleksi berjalan lancar serta mendapatkan apresiasi dari tim monitoring dan evaluasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar