Bicara Dalam Keinginan, Enam Film Buleleng Tergabung Dalam Indonesia Raja 2020

KBRN, Singaraja : Ditengah pandemi Corona yang terjadi di Indonesia, banyak program acara ditunda pelaksanaannya. Namun Program “Indonesia Raja 2020” masih tetap berlangsung. Indonesia Raja 2020 adalah program pertukaran film yang di-inisiasi oleh Komunitas Film Pendek “Minikino” yang telah dimulai sejak bulan Februari 2020 lalu. 

Indonesia Raja merupakan program pertukaran film seluruh Indonesia yang tahun ini memasuki tahun ke-6. Perjalanan gerakan ini selama 5 tahun belakangan mengalami berbagai perkembangan dan penyusutan, seiring dengan berbagai penyesuaian yang terus menerus dilakukan. Hal ini terjadi karena Indonesia Raja secara berkesinambungan juga terus diteliti dan disempurnakan kembali. Setiap tahun, laporan selalu diterbitkan dan menjadi bahan penelitian ulang untuk meyusun strategi tahun berikutnya. Memasuki tahun ke-6, tahun 2020, untuk pertama kalinya tim koordinator Minikino memutuskan untuk melepaskan sama sekali perhatiannya pada target kuantitas programmer, dan menggeser fokusnya pada penguatan kualitas programmer dan jaringan kerja pemutaran. Tahun ini hanya terdapat tiga programmer, yakni Buleleng, DI Yogyakarta & Jawa Tengah, dan Jawa Barat. 

Tujuan program Indonesia Raja memicu terbentuknya kolaborasi jaringan kerja antar wilayah di Indonesia dalam bentuk pertukaran program film pendek. Jaringan kerja yang dibangun meliputi kegiatan programing film pendek, dan dilanjutkan dengan kegiatan pemutaran serta merangsang diskusi bersama para pembuat film dan programmer di masing-masing wilayah/kota yang terlibat.

Programmer Buleleng, Kardian Narayana, Senin (13/4/2020) menyampaikan, ditahun 2020, ada 20 film yang submit. Dari 20 film yang submit tidak semua berasal dari Buleleng, terdapat filmmaker dari luar Buleleng bahkan dari luar Pulau Bali yang ikut serta mengirimkan filmnya.  

“Seleksi tahun ini berbicara tentang keinginan yang terbentuk dari rasa ketertarikan dan kesenangan, sehingga seseorang menjadi lebih aktif untuk mencari kepuasan. Rangkaian film pendek ini dirancang dalam sebuah program, dalam upaya untuk mempertegas keinginan pembuat film melalui pertimbangan programmer dan semoga tersampaikan juga kepada para penonton nantinya” ucapnya.

Film yang terangkum dalam Program Buleleng bertajuk “Dalam Keinginan” yakni BOTOL PLASTIK Putu Satrya Kusuma / Buleleng / 2019 / 05:25 menit, bercerita tentang Seorang anak yang ingin mempunyai sawah dengan cara menabung di celengan botol plastik. Awards/Screenings: Juara Harapan 3 Lomba Film Pendek Festival Bali Jani. ARA NGIDAANG NAANANG Putu Yuli Supriandana / Buleleng / 2019 / 07:10 menit, bercerita tentang Kisah sepasang suami istri di pedesaan buleleng dan cara mereka berkomunikasi.

METUUN Dewadi Wijaya / Singaraja / 2019 / 10:31 mengisahkan seorang anak minta ijin ke ibunya agar bisa metuun, dengan harapan ia bisa berkomunikasi dengan almarhum sang ayah. LINGGIH AKSARA (CLARIFICATION OF LIAK) Ni Luh Putu Indra Dewi Anjani / Buleleng, Yogyakarta / 2019 / 24:49 menit, film ini tentang orang yang mempelajari ilmu liak sering mendapat cap jahat di masyarakat. Hal ini menyimpang dari fakta. Awards/Screenings: Official Selection Balinale International Film Festival 2019 / Official Selection Denpasar Documentary Film Festival 2019.

RINDIK I Made Suniartika / Singaraja / 2019 / 09:01 menit, tentang kisah Ngurah menyukai Baska. Namun, Ngurah terkejut dengan jawaban Baska yang mengharuskan Ngurah memendam perasaannya. Awards/Screenings: Juara I Lomba Film Pendek Tingkat Provinsi Bali kategori SMA/SMK. SANDIKAON Putu Kusuma Wijaya / Buleleng / 2019 / 14:54 menit tentang Dua karyawan muda harus menjalankan perintah atasan untuk suatu hal di luar urusan kantor. Awards/Screenings: Juara 2 Lomba Film Pendek Festival Bali Jani 2019. 

“Keenam film yang terpilih dalam Program Buleleng, ini secara umum bercerita tentang keinginan. Dari 6 film yang terpilih, 5 film fiksi dan satu documenter film LINGGIH AKSARA. Selanjutnya film-film ini akan dilakukan pemutaran keliling seperti tahun lalu, namun menunggu pademi corona ini berakhir dulu,” imbuh Kardian.

Sutradara film RINDIK, Made Suniartika yang tahun ini untuk kedua kali filmnya lolos program Indonesia Raja, mengaku banyak belajar dari kekurangan pada karya-karya sebelumnya, hingga akhirnya bisa diterima di program ini. Proses panjang yang telah dilewati siswa SMAN Bali Mandara bersama timnya ini, juga mengantarkan RINDIK sebagai juara pertama pada lomba film pendek se-Bali yang digelar Undiksha Singaraja.

“Saya dan tim terus berlatih dalam perfilman. Banyak karya-karya saya yang belum maksimal, dari sanalah saya belajar sedikit demi sedikit. Dalam berkarya saya bersama tim banyak kegagalan dan halangan akibat kurang fahamnya tentang film. Dari sanalah saya terus berlatih dengan cara menonton film-film di youtube dan sharing kepada pembina saya Ketut Arianto selaku pembina di sekolah saya dalam bidang fotografi dan sinematografi,” kisahnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Indonesia Raja 2020, Fransiska Prihadi menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan dalam program ini dirancang untuk secara berkesinambungan merangkul kelompok pembuat film, pegiat pemutaran film, penonton dari masyarakat umum serta kelompok/institusi yang memiliki perhatian pada film, terutama film pendek. Hal ini juga diharapkan akan membentuk pondasi bagi terbentuknya kerja sama yang produktif di berbagai bidang lain, dalam skala yang semakin meluas.

“Memasuki tahun ke-6, tahun 2020, untuk pertama kalinya tim koordinator Minikino memutuskan untuk melepaskan sama sekali perhatiannya pada target kuantitas programmer, dan menggeser fokusnya pada penguatan kualitas programmer dan jaringan kerja pemutaran. Tahun ini hanya ada tiga programmer saja yang melanjutkan kerjasamanya dari tahun lalu,” jelasnya.

Programmer yang terlibat tahun ini, yakni Kardian Narayana, Programmer Buleleng, Sazkia Noor Anggraini, Programmer DI Yogyakarta & Jawa Tengah dan Kemala Astika, Programmer Jawa Barat. Seluruh programmer telah bekerja sejak bulan Maret hingga awal April 2020 hingga Minikino melakukan Penerbitan program Indonesia Raja 2020 kepada masyarakat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00