Kikis Stigma Kampung Kumuh, Pengastulan Berbenah Melalui Program English Corner

KBRN, Singaraja : Persoalan sampah kiriman tiap musim hujan menjadi pekerjaan rumah bagi Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng yang mengakibatkan desa tersebut dicap sebagai desa kumuh di Buleleng. Namun stigma tersebut kini berubah, terlebih kesadaran masyarakatnya mulai tumbuh untuk memerangi sampah di desa tersebut.

Setelah cukup lama risih disebut kampung kumuh, Desa Pengastulan terus berbenah. Bersama Karang Taruna Puspita Samudra, ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) melakukan sejumlah inovasi mengikis kesan kampung kotor. Diantaranya dengan rutin  menggelar gotong royong membersihkan sampah di pesisir pantai hingga muara sungai (tukad) Saba hingga menuju pantai.

Tidak hanya upaya menjaga kebersihan lingkungan, KPPL menggandeng Sidatapa English Corner yang memberikan pembelajaran dan pengenalan Bahasa Inggris kepada sejumlah siswa SD. Menariknya, acara tersebut digelar di pinggir Tukad Saba desa setempat.

Ketua KPPL Pengastulan, Hilda Inayah, Senin (21/2/2020) mengatakan, sudah saatnya semua pihak peduli terhadap keberadaan sampah terutama sampah plastik yang kian memprihatinkan. Terlebih di Desa Pengatulan merupakan muara Tukad Saba hampir tidak berhenti mendapat sampah kiriman dari warga yang tinggal di sepanjang daerah aliras sungai (DAS) termasuk sampah warga setempat. Belum lagi sampah yang datang dari arah laut utara. Hal itu membuat Desa Pengastulan cukup lama disebut kampung kumuh karena kotor oleh sampah. 

"Konsepnya adalah siswa sendiri membawa sampah-sampah plastik, jadi sebagai edukasi lah bagi anak-anak, sambil berlatih Bahasa Inggris juga menabung. Alhamdulillah diluar dugaan kami, ada 47 anak yang ikut, kami ngambil khusus hari Minggu aja jam 8 sampai 10 pagi, agar tidak mengganggu belajar di sekolah,” jelasnya.  

Untuk terus membangun kesadaran pentingnya merawat lingkungan, Hilda mengaku  melakukan edukasi kepada warga dengan rutin menggelar gotong royong membersihkan pantai melibatkan seluruh komponen warga, membuat bank sampah dan mendidik generasi muda terutama siswa SD untuk mengelola sampah dengan memilah sampah organik dan non organik. Ia berharap kampanye penanganan sampah tersebut membawa perubahan untuk Desa Pengastulan serta mendapat dukungan dari warga dan aparat desa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00