Puluhan Karyawan Lapas Singaraja Ikuti Pelatihan Kehumasan

KBRN, Singaraja : Guna memahami dan memiliki keahlian dalam bidang jurnalistik, puluhan karyawan/karyawati di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas-IIB Singaraja, Jumat (21/1/2022) pagi mengikuti pelatihan kehumasan.

Kepala Lapas Kelas-IIB Singaraja, Wayan Putu Sutresna mengatakan, selama ini lembaga yang dipimpinnya belum memiliki tenaga yang profesional di bidang kehumasan, sehingga perlu diberikan pelatihan kehumasan kepada karyawan agar memiliki keahlian dalam menyusun redaksi.

“Jadi tujuan dari adanya pelatihan kehumasan ini adalah untuk melatih petugas kita yang kebetulan notabene yang ditempatkan di humasnya Lapas Singaraja, sehingga mempunyai keahlian dalam redaksi dan jurnalistiknya supaya mereka lebih memahami bagaimana tugas sebagai kehumasan. Harapan kedepan mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini, mereka lebih maksimal dalam memberikan informasi kepada pelayanan publik di masyarakat. Khususnya terkait dengan pembinaan di lapangan,” ucap Sutresna.

Menurut Sutresna, saat penghuni narapidana dan tahanan di Lapas Singaraja berjumlah 242 orang yang didominasi kasus narkoba dan pelecehan seksual. Dalam lingkungan Lapas, mereka diberikan pembinaan berupa ketrampilan pembuatan dupa, dulang dan sokasi dari koran bekas dan kegiatan lainnya. Hal ini bertujuan untuk membekali mereka sebuah ketrampilan yang dapat menjadi mata pencaharian, ketika sudah bebas dari jeruji besi.

Sementara itu, Drs. Wardi selaku pemateri dalam pelatihan kehumasan mengungkapkan, setiap lembaga publik sebenarnya harus memiliki fungsi kehumasan, sehingga dapat membangun citra positif di mata publik.

“Jadi setiap lembaga publik sebenarnya harus memiliki fungsi kehumasan, apakah itu strukturnya ada atau tidak tetapi fungsinya harus ada. Tujuannya adalah membangun citra positif lembaga di mata publik. Publik itu apa? Ya masyarakat secara luas. Apakah itu organisasi atau individu atau kelompok masyarakat. Itu yang harus dilayani oleh kita, sehingga timbul komunikasi timbale balik, timbul pengertian yang saling memperkuat kedudukan lembaga itu sendiri, termasuk lembaga permasyarakatan ini,” jelas Wardi.

Wardi yang juga Kepala LPP RRI Singaraja menambahkan, materi yang disajikan terkait kehumasan dalam membangun relasi dengan masyarakat sekitar, seluruh karyawan dan unsur terkait lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar