FOKUS: #PPKM MIKRO

Perhimpunan Petani Vanili Singaraja Bagikan Nasi Bungkus Gratis

Perhimpunan Petani Vanili Singaraja Bali (PPVSB) bagikan nasi bungkus gratis

KBRN, Singaraja : Sejumlah komunitas maupun elemen masyarakat saat ini tengah berlomba-lomba menggelar aksi sosial dengan membagikan paket sembako, pakaian layak pakai hingga bagi-bagi nasi bungkus secara gratis bagi masyarakat terdampak Covid-19, khususnya dalam masa penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Salah satunya, komunitas petani vanili yang tergabung dalam Perhimpunan Petani Vanili Singaraja Bali (PPVSB), Sabtu (24/7/2021) menggelar aksi sosial menyasar warga masyarakat di seputar Pasar Banyuasri, Jalan Dewi Sartika Utara hingga Jalan Diponegoro Singaraja. Sebanyak 250 nasi bungkus dalam waktu singkat berhasil didistribusikan kepada warga yang memerlukan.

Ketua PPVSB, Wayan Rinaya yang menginisiasi aksi sosial ini, kepada RRI mengatakan, bukan hanya kali ini komunitasnya menggelar kegiatan sosial. Sejak berdirinya komunitas ini setiap tahun mereka rutin menggelar bhakti sosial, menyasar masyarakat menengah ke bawah. Dana untuk aksi sosial, menurut Rinaya bersumber dari urunan anggota PPVSB.

Sementara kegiatan bagi-bagi nasi bungkus gratis, menurut Rinaya dilaksanakan mengingat masih banyak masyarakat terdampak pandemi dan PPKM, seperti tenaga harian yang pendapatan mereka terkadang tidak seberapa untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya.

“Kita bia meringankan walaupun sedikit-sedikit kami melakukan hal yang positif, prinsip kami di petani, karena saat ini petani kita akui bersama masih bisa kita bertahan. Kita tahu bersama, dimana temen-temen kita yang saudara-saudara kita yang di kota bahwa ketika ada PPKM tentu dari gerak meraka agak terbatas disinilah kita selaku anak bangsa, mari kita belajar berbagi,” ungkap Rinaya.

Alfian salah seorang warga penerima bantuan nasi bungkus gratis dari PPVSB menyatakan senang mendapatkan bantuan. Karena sejak diberlakukannya PPKM penghasilannya sangat menurun dan dari bantuan yang diterima akan mengurangai pengeluaran untuk makan siang. Diakui penghasilannya sebagai pengendara ojek online, sejak pandemi tidak sepadan dengan pengeluaran. Setiap hari Ia hanya mendapat penghasilan kotor Rp70.000. Sementara untuk mencari lowongan pekerjaan lain sangat susah di situasi saat ini.

“Semoga ada lebih banyak lagi relawan memperhatikan masyarakat yang kurang mampu, karena pemberlakuan PPKM berpengaruh terhadap segala sektor,” pungkas Alfian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00