Kesadaran Berlalu Lintas Masih Jadi Tantangan, Pelajar Dominasi Pelanggaran

  • 31 Mei 2026 15:59 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Kesadaran Berlalu Lintas
  • Masih Jadi Tantangan
  • Pelajar Dominasi Pelanggaran

RRI.CO.ID, Singaraja — Kesadaran berlalu lintas di Kabupaten Buleleng masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat belum sepenuhnya diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, khususnya di kalangan pelajar.

Hal tersebut disampaikan PS Kanit Kamsel Satlantas Polres Buleleng, Aiptu Nyoman Supriawan, Sabtu 23 Mei 2026. Menurutnya, pelanggaran yang paling sering ditemukan di lapangan masih didominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan helm, melanggar rambu lalu lintas, hingga menggunakan telepon genggam saat berkendara.

“Kalangan yang cukup mendominasi pelanggaran lalu lintas adalah pelajar. Karena sebagian masih belum memahami etika dan tata tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, faktor manusia masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kelalaian, kurang disiplin, hingga perilaku berkendara yang berisiko menjadi pemicu tingginya angka kecelakaan di jalan raya.

Selain faktor pengendara, kecelakaan juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kendaraan yang tidak layak jalan, kerusakan infrastruktur jalan, serta faktor cuaca dan lingkungan.

Untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, Satlantas Polres Buleleng terus mengintensifkan kegiatan edukasi ke sekolah-sekolah melalui program penyuluhan dan pengenalan rambu-rambu lalu lintas.

Supriawan menekankan bahwa penggunaan helm berstandar nasional merupakan salah satu langkah paling sederhana namun memiliki dampak besar dalam mengurangi risiko fatalitas saat terjadi kecelakaan.

“Kalau terjadi benturan dan pengendara tidak menggunakan helm, dampaknya bisa sangat fatal bahkan sampai menyebabkan meninggal dunia,” katanya.

Masyarakat juga menyoroti masih seringnya pelanggaran yang terjadi di persimpangan dan lampu lalu lintas. Menanggapi hal itu, Supriawan mengingatkan bahwa keselamatan di jalan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, melainkan seluruh pengguna jalan.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan disiplin berlalu lintas sebagai kebutuhan, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi atau penindakan.

“Kesadaran harus muncul dari diri sendiri. Dengan mematuhi aturan lalu lintas, kita tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Melalui peningkatan edukasi dan kesadaran kolektif, diharapkan budaya tertib berlalu lintas dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....