Luka Diabetes dan Cara Perawatannya

KBRN, Singaraja : Salah satu gejala diabetes biasanya ditunjukan oleh luka yang susah sembuh. Luka yang susah sembuh pada pengidap diabetes itu bahkan dapat terus menyebar dan terinfeksi, hingga mungkin berakhir dengan amputasi.

Menurut perawat diabetes Ns. Ni Nyoman Ari Utami Patini, S.Kep, luka pada penderita diabetes yang paling sulit disembuhkan adalah luka pada area kaki

“Kaki letaknya paling jauh dari jantung. Jadi untuk peredaran darah dan nutrisinya juga telat penyampaiannya. Luka ini juga akan lebih lama sembuh jika gula dara tidak terkontrol dan tidak dilakukan perawatan luka yang benar,” jelasnya

Untuk merawat luka diabetes, Ns. Ari menyebutkan lebih baik dilakukan oleh perawat yang sudah bersertifikasi

“Bersertifikasi dalam artian mampu merawat luka dengan benar, mampu menciptakan moist pada luka. Jadi bukan membuat luka itu kering tetapi mempertahankan moist sehingga jaringan tumbuh dengan baik dan terbentuk kulit (epitel) yang sempurna. Karena dibalik luka yang kering itu, kemungkinan ada pus (nanah). Seyogyanya nanah itu akan mencari jalan keluar, jika tertutup, maka nanah akan mencari jalan keluar dari jaringan-jaringan lunak lainnya hingga mendekati area tulang.

Pemilik Griya Utami Care Bali Pusat Perawatan Luka dan Sunat Modern Singaraja menyarankan bagi penderita diabetes yang memiliki luka harus mengistirahatkan atau meminimalkan pergerakan, menjaga agar luka tetap tertutup hingga pertumbuhan jaringan terbentuk sempurna.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00