Minim Kunjungan, Puluhan Hotel dan Restoran di Buleleng Terjual

Ketua PHRI Buleleng : Banyak hotel dan restoran sulit beroprasi karena minim kunjungan wisatawan

KBRN, Singaraja: Imbas rendahnya kunjungan wisatawan akibat dampak virus corona terus dirasakan para pelaku pariwisata termasuk pemilik hotel dan restoran di Bali Utara.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Buleleng mencatat, sebanyak puluhan hotel dan restoran dijual karena dampak pandemi Covid-19. Hal itu dibenarkan Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa ketika dikonfirmasi RRI, Rabu (3/3/2021).

“Tahun 2020 kemarin kami pelaku usaha masih bisa bernapas, masuk tahun 2021 menjadi titik terberat.  Sudah ada 20 hotel  dan restoran terjual selama pandemi, kondisi ini sulit dirasakan, banyak dijual tapi yang beli juga sedikit,” ungkap Suardipa.

Pihaknya mengatakan, maraknya hotel yang dijual merupakan fenomena yang juga terjadi di daerah lain. Hal tersebut dipicu oleh kunjungan yang merosot selama pandemi Covid-19 sehingga dana yang dibutuhkan untuk menggerakan operasional hotel sulit didapat.

“Banyak hotel yang sudah tidak beroprasi, biaya pemeliharaan juga terus jalan, beban listrik tetap jalan. Pendapatan tidak ada inilah yang menjadi faktor kita tidak bisa berbuat banyak.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Buleleng Suardipa lebih jauh menjelaskan total ada 195 hotel dan restoran yang terdata. Dari duapuluh yang telah sudah kemungkinan bakal terus bertambah menginagt situasi kondisi pariwisata di Bali tidak menunjukan pergerakan positif.

Suardipa berharap strategi relaksasi kebijakan diturunkan pemerintah untuk membantu meringankan beban bagi para pelaku pariwisata yang memiliki hotel dan restoran, terlebih situasi sulit saat pandemi covid-19 ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00