Konsep Tri Hita Karana untuk Pariwisata Berkelanjutan di Penglipuran

Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli

KBRN, Bangli: Seiring meredanya pandemi Covid-19, beberapa objek wisata di Pulau Dewata mulai ramai dikunjungi wisatawan, baik mancanegara ataupun domestik. Salah satunya adalah Objek Wisata Penglipuran yang dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia.

Desa wisata Penglipuran awalnya dibentuk dengan menerapkan konsep Tri Hita Karana, yakni hubungan yang harmonis antara manusia dengan Sang Pencipta (Parahyangan) manusia dengan sesama (Pawongan) dan manusia dengan dengan alam semesta (Palemahan). Konsep ini diyakini oleh masyarakat Hindu Bali dalam upaya menjaga keberlangsungan dari daya tarik wisata itu sendiri.

Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarta mengatakan, dalam upaya menjaga kelestarian kawasan objek wisata, selama ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan stakeholder dan warga setempat untuk tetap menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Nah jadi yang kami lakukan di sini adalah dengan cara tetap berkoordinasi dengan stakeholder yang ada di desa wisata Penglipuran ini termasuk dengan warga Panglipuran, selalu mengingatkan mereka Pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan tetap mengikuti aturan-aturan dan awig awig yang berkaitan dengan lingkungan itu sendiri,” terang Sumiarta kepada RRI.co.id, Sabtu (2/7/2022) pagi.

Sumiarta mengatakan pihaknya juga memiliki awig-awig yang berkaitan dengan lingkungan dimana warga diimbau untuk membuang sampah organik langsung di lahan pertanian sedangkan untuk sampah non organik akan dikembangkan oleh badan usaha desa yang menangani sampah.

Salah seorang pelancong, Ibu Is asal Kendal, Jawa Tengah yang berkunjung Sabtu (2/7/2022) siang, mengaku sangat senang untuk pertama kalinya datang ke Penglipuran. Ia pun mengapresiasi upaya pengelola, warga setempat dan wisatawan untuk menjaga kawasan ini tetap bersih dan asri. Ibu Is juga berharap pariwisata Bali bisa kembali pulih seperti dulu.

“Kedepannya bisa lebih ditingkatkan lagi ya biar kembali seperti dulu lagi, karena Bali kan terkenal dengan objek wisata yang sangat mengagumkan semoga tetap beresonansi dengan alam,” harapnya.

Sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan merupakan visi misi dari manajemen pengelola Desa Wisata Penglipuran. Ditengah melonjaknya kunjungan wisatawan yang tentunya akan berpengaruh terhadap jumlah sampah, Sumiarta berharap dan terus mengimbau pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar