Parma Sebut Industri Pariwisata Optimis Segera Bangkit

Sekretaris BPPD Buleleng sambut kebijakan dari Presiden RI Joko Widodo

KBRN, Singaraja: Adanya kebijakan pemerintah untuk memperbolehkan warga lepas masker di tempat terbuka dan tak lagi memberlakukan wajib Tes PCR/Antigen bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN), disambut antusias masyarakat dan stakeholder pariwisata di Bali. 

Dua kebijakan yang dikeluarkan bersamaan itu diyakini menjadi titik balik pemulihan dan kebangkitan pariwisata setelah dua tahun lebih Pulau Dewata terpuruk akibat wabah covid-19. Bukan tanpa alasan optimisme itu tumbuh, pasalnya aturan yang dikeluarkan Presiden RI Joko Widodo membuka akses wisatawan menjadi lebih mudah dan beban biaya jadi  berkurang.

Dikonfirmasi RRI, Jumat (20/5/2022) Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Buleleng I Putu Gede Parma, S.ST.Par., M.Par. menilai langkah tepat yang dikeluarkan pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Akademisi Undiksha itu pun menyebut yakin kebijakan bebas PCR bagi PPLN dan PPDN akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali. Menurutnya, kebijakan ini sudah menunjukkan Indonsia atau Bali sudah aman dari pandemi Covid-19.

"Saya sangat apresiasi langkah yang diambil pemerintah. Formula kebangkitan pariwista adalah mobilitas. Ketika pergerakan sudah longgar, sekat-sekat sudah dibuka tentu ini membawa pengaruh baik untuk pariwisata kita," ungkapnya.

Untuk mendukung dua kebijakan tersebut, Putu Gede Parma juga memberi beberapa pandangan diantaranya memperluas penerapan Visa on Arrival (VoA) serta memperbanyak penerbangan internasional. Dengan langkah tersebut tentunya dinilai dapat merangsang perjalanan antar negara.

"Langkah strategis lainnya adalah mengembangkan konsep travel bubbles. Membangun kepercayaan antar negara. Misalnya terdekat negara tetangga seperti kemarin kerjasama dengan Singapura," jelasnya.

Ditengah merumuskan beberapa strategi untuk mendulang wisman, Putu Gede Parma juga berharap para pelaku pariwisata di Bali mulai memanaskan mesin kepariwisataan dengan fokus menggait wisatawan domestik dan nusantara. Sekretaris BPPD Buleleng itu tetap optimis lokomotif untuk membuat Pariwisata Bali terus bergerak ada di pangsa pasar dalam negeri. Dirinya mencontohkan secara umum pariwisata Bali memang sudah menggeliat. Hal itu ditunjukkan antusiasme kedatangan wisatawan pada masa liburan panjang terkait Hari Raya Idul Fitri 1443 H awal Mei lalu. 

"Kita lihat tingkat hunian hotel saat libur di Bali Selatan hampir penuh, kemudian kita di Buleleng 50-60 persen terisi. Ini artinya sudah ada tanda kebangkitan pariwisata kita. Nanti kita lihat saat libur siswa di Bulan Juni-Juli sebelum event Internasional G20," tegasnya.

Terakhir Putu Gede Parma menambahkan kewaspadaan pasca pemerintah memberikan pelonggaran aturan harus tetap dijaga bersama. Hal tersebut guna menjamin pemulihan kondisi kesehatan dan pariwisata tumbuh beriringan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar