Degradasi Penggunaan Bahasa Bali

KBRN, Singaraja : Aliansi Peduli Bahasa Bali menyeroti degradasi penggunaan Bahasa Bali saat ini. Kepedulian masyarakat Bali dalam menggunakan bahasa daerah seiring dengan perekembangan zaman dan tehnologi berkurang.

Hal ini ditenggarai oleh minimnya media di sekitar lingkungan masyarakat yang menggunakan bahasa daerah.

Ketua Aliansi Peduli Bahasa Bali, I Nyoman Suka Ardiyasa., M.Pd., M.Fil.H dalam dialog interaktif Lintas Singaraja Pagi RRI Singaraja, Kamis (13/1/2022) menuturkan, justru minimnya penggunaan Bahasa Bali kerap ditemui di perkotaan dibandingkan di pedesaan.

“Degradasi Bahasa Bali itu terjadi di perkotaan. Kalau di desa masih bisa kita lihat pemakaiannya. Yang agak mengkhawatirkan yang di perkotaan karena masyarakat urban kan kadang individual tidak pernah bergaul dan juga kadang bukan dari satu keluarga jadi lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia sajalah,” jelasnya

Lebih lanjut Suka Ardiyasa menambahkan, perhatian khusus perlu diberikan pada edukasi pelestarian Bahasa Bali pada jenjang formal maupun informal.

Sementara Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Buleleng, Putu Pertama Yasa Ketika dikonfrimasi via telepon mengatakan, pihaknya dan penyuluh Bahasa Bali lainnya gencar melakukan kegiatan pelestarian Bahasa Bali. Salah satunya dengan mengadakan program pelatihan penulisan lontar gratis.

“Dari nol sekali kita belajar menulis Aksara Bali dulu. Kalau SMA sudah hafal tahapan menulis kita buatkan sastra-satra lain seperti menyalin lagu yang sederhana dulu. Tapi untuk masyarakat yang sudah paham dan punya pengalaman menulis lontar, kita arahkan untuk membuat karya yang nanti bisa kita dokumentasikan,” ucapnya.

Ditambahkan, melalui partisipasi aktif seluruh pihak akan pentingnya pelestarian adat dan budaya Bali, Pertama Yasa meyakini kedepannya menulis lontar benar-benar dapat menyentuh semua kalangan. Baik itu dari kalangan anak-anak, remaja hingga dewasa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar