Dispar Buleleng Rombak Strategi Pariwisata Sambut Tahun 2022

Plt. Kadispar Buleleng Dody Sukma Oktiva Askara rombak target pasar wisatawan dan siapkan agenda nasional.

KBRN, Singaraja: Pandemi Covid-19 telah mengubah tren pasar wisatawan. Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pariwisata membenahi strategi industri pariwisata agar dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Sektor yang paling terpuruk akibat pandemi ini diharapkan dapat tumbuh lebih berkualitas dan berkelanjutan. Merubah orientasi pasar wisatawan menjadi kunci yang tengah dimatangkan Dinas Pariwisata Buleleng.

Plt. Kepala Dispar Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara dikonfirmasi RRI, Rabu (29/12/2021) mengatakan kunci utama bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat bertahan di tengah pandemi adalah memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik. Pasalnya, saat ini belum adanya angin segar dengan kedatangan wisatawan mancanegara. 

“Kita mereposisi pasar wisatawan dari mancanegara ke domestik. Kita gelorakan pengembangan desa wisata. Kedua, dengan adanya Komite Ekonomi Kreatif untuk menopang pariwisata, kita aktifkan 17 sub sektor ekraf ditambah keberadaan Rooftop Creative Space (RCS) Pasar Banyuasri yang target pasarnya adalah kaum milenial yang ada di Buleleng dan kabupaten lainnya,” ungkapnya.

Seiring dengan perubahan tren pasar wisatawan ini, Plt. Dispar Buleleng menambahkan beberapa agenda yang telah disusun dalam Calendar of Event 2022 tingkat nasional untuk merangsang kunjungan wisatawan dengan memasang target pasar regional, Jawa, Bali dan Lombok.

“Bulan Maret kita garap Renang Buleleng Open dengan memanfaatkan keberandaan Kolam Renang Nirmala Asri Banyuasri. Bulan Juni kita gelar Bali Lovina 10K. Program lomba mancing juga sudah kita rancang mengingat potensi bahari yang luar biasa,” imbuhnya.

Walau demikian, tidak akan meninggalkan event yang sudah ada, Dispar Buleleng juga merancang beberapa agenda yang disinergikan dengan atraksi dan kegiatan kebudayaan. Sementara untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) akan bekerjasama dengan dinas terkait sehingga dampak diberikan mampu dirasakan secara holistik.

“Tak hanya itu, dibidang seni budaya kami gelar lomba tingkat SMP-SMA mengangkat kisah Nyoman Rai Srimben di RTH Bung Karno Sukasada. Serta kita garap plaza kuliner di  Pantai Penimbangan wilayah Desa Baktisraga yang kiranya membuat pelaku UKM naik kelas dengan metone dan manajemen yang moderen,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar