Pembinaan Seni di Buleleng Kembali Menggeliat

I Gusti Ngurah Eka Prasetya pembina Sanggar Seni Santhi Budaya

KBRN, Singaraja: Pemerintah Buleleng melalui Dinas Kebudayaan mengizinkan penyelenggaraan acara seni dan budaya di wilayahnya dengan kapasitas maksimal 50 persen, termasuk untuk pengunjung dan penyelenggara. Hal itu diberlakukan oleh Pemkab Buleleng seiring landainya kasus penyebaran Covid-19 di Bali Utara.

Sebelumnya saat Buleleng menerapkan PPKM Level 3, segala bentuk kegiatan seni, serta sosial kemasyarakatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan agar ditunda. Ragam kegiatan yang sempat dilarang tersebut kini disebutkan dapat digelar selama menerapkan protokol kesehatan, tidak terkecuali terkait pembinaan dan pelestarian seni di masing-masing sanggar.

“Pagelaran pembinaan itu kita sudah izinkan tentu dengan prokes ketat. Ini kedepan akan kita dorong sehingga pelestarian budaya tetap dilakukan,” ungkapnya.

Sementara lain sisi, ditengah menurunnya fluktuasi angka covid-19 sejumlah praktisi seni di Kabupaten Buleleng merespon baik. Seperti dituturkan Pembina Sanggar Seni Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya. Landainya covid-19 berpengaruh terhadap gairahorang tua untuk kembali mendorong anak-anaknya berlatih.

“Minat anak-anak sudah tidak dapat dibendung. Selama ini mereka hanya latihan mandiri namun kini banyak meminta untuk latihan secara langsung. Tapi tentu prokes tetap kita jaga, bahkan pendaftaran untuk anak-anak yang membeludak kita tutup sementara,” tegasnya.

Meski demikian I Gusti Ngurah Eka Prasetya berharap landainya kasus covid-19 dibarengi dengan upaya pemkab untuk kembali menggelar event sekala kecil. Tak hanya itu, dirinya meminta kepada pemerintah agar memberikan wadah berkreasi untuk bisa tampil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar