Lovina Punya Landmark Baru Bawah Laut “Banyumilir”

Proses penenggelaman patung lumba-lumba di perairan lovina

KBRN, Singaraja : Memantapkan status Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Wisata Lovina yang menjadi prioritas pengembangan destinasi wisata mendapat suntikan bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan RI melalui bantuan Program Desa Wisata Bahari.

Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk Lingga Dewa Baruna dan lima patung lumba-lumba berukuran besar setinggi tiga meter yang ditenggelamkan didasar laut. Keberadaan patung-patung tersebut nantinya ditujukan sebagai landmark baru sehingga mematik wisatawan yang berkunjung untuk merasakan sensasi menyelam dan mengabadikan potensi bahari Lovina. Berada dalam satu kawasan Pantai Binaria, Lovina, Desa Kalibukbuk, terobosan baru bantuan dari KKP RI ini diberi nama Wisata Banyumilir Lovina.

Perbekel Desa Kalibukbuk, Ketut Suka dikonfirmasi RRI, Senin (15/11/2021) mengatakan, kegiatan dilakukan sejak sepekan dan puncak penenggelaman dilakukan Sabtu (13/11/2021) lalu. Dirinya berharap  keberadaan landmark baru itu dapat semakin dikenal dan menambah Objek Daya Tarik Wista (ODTW) untuk datang ke Bali Utara.

“Kami terjunkan tim untuk mengkaji. Ternyata potensi bahari kita perlu digarap serius karena tidak kalah dengan Desa Pemuteran, Pulau menjangan, Tulamben dan Amed di Karangasem. Diluar kegiatan wisata dolvin nantinya ini menjadi destinasi baru, tontonan baru dan dapat menambah masa length of stay atau masa kunjungan, spirit ini kita bawa,” ungkapnya.

Lebih jauh Ketut Suka menjelaskan, keberadaan icon ODTW ini perlu mendapat dukungan bersama mengingat perlunya sinergi msayarakat setempat guna mendongkrak pariwisata Lovina yang selama ini dikenal dengan keindahan pantainya.

Untuk mendukung hal tersebut Pemerintah Desa Kalibukbuk juga tengah merancang aturan agar wilayah penenggelaman landmark Banyumilir ini bebas dari aktifitas nelayan.

“Kita sudah siapkan aturan dan panitia pengawasan untuk memantau zona agar tidak ada aktifitas memancing disana. Astungkara saat ada wisatawan biota laut disana terjaga dan juga memberikan kenyamanan yang menikmati wisata bawah laut kita,” imbuhnya.

Sebagai informasi posisi peletakan total ke enam patung program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan RI ditenggelamkan dikedalaman 13-15 meter memalui tahap kajian sehingga dipastikan bebas dari arus yang berpotensi merusak struktur patung

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar