Pemkab Bangli Konsen Benahi Kepariwisataan

KBRN, Bangli : Pemkab Bangli saat ini konsen untuk membenahi kepariwisataan di Kabupaten Bangli, khususnya di Kecamatan Kintamani. Karenanya, semua komponen kapariwsataan di bumi sejuk itu diminta untuk solid medukung program yang dilaksanakan pemerintah. Selain itu, semua harus kompak menjaga kesan Kitamani yang selama ini telah baik, untuk lebih baik lagi.   

Sedana Arta menyebut masalah video yang belakangan ini viral di media sosial. Kata dia, berkaitan dengan video itu pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan kalangan pariwisata, dalam hal ini PHRI Bangli dan PHRI Bali. Dalam pertemuan itu, pihaknya bersama-sama telah memutar video tersebut.

"Kita amati tidak ada yang salah dalam video itu. Disana, hanya ada percakapan wisatwan yang mempertanyakan masalah nilai pungutan. Kemudian petugas menjawab, kalau itu resmi dari Pemkab Bangli, hanya itu saja dalam video. Jadi tidak ada yang salah di sana walau diviralkan ke dunia mana pun,” jelas Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, didampingi Wabup Wayan Diar, Minggu (4/7/2021).

Sedana Arta mengaku mersa miris, pasca beredarnya video itu warganet malah menghujat Pemkab Bangli. Padahal, dalam video itu tidak ada konten yang mempersoalkan atau mengeluhkan terkait pungutan tersebut.

“Saya kaget kenapa tiba-tiba banyak orang komplin dan menghujat Pemkab Bangli,” tegasnya.

Tindak lanjut dari itu, kata dia, pihaknya telah memerintahkan Kasatpol PP Kabupaten Bangli untuk melakukan penyelidikan terhadap komen yang berbau negatif dan mendiskreditkan Pemkab Bangli. Pihaknya juga telah meminta pihak Kominfo untuk mencetak komen negatif itu.

"Selain itu, pungutan itu telah dilakukan bulan Januari lalu, pasca sempat tidak dilakukan pungutan pada tahun sebelumnya,” beber Sedana Arta.

Bupati asal Desa Sulahan ini kemudian mencontohan, kalau di luar Bangli parkir saja dirinya bisa membayar Rp 5,000 namun tidak penrah komplin. Sementara di sejumlah objek di lar Bangli, pungutannya mencapai Rp50.000 pun tidak ada yang komplin. Malahanan, masuk taman kecil yang luasnya hanya lima hektar, pengunjung bayar Rp 25.000 tidak ada yang keberatan.

"Kalau di Bangli kan masuk kawasan wisata yang telah ditetapkan pemerintah melalui Kepres dan Perda RTRW Bali, hanya bawar Rp25 ribu kok diributkan. Mana ada tempat yang bisa memandang gunung yang sejajar dengan kita. Ini hanya ada di Kintamani,” sebutnya.

Berkaiatan dengan penataan pariwisata Kintamani, kata dia, pihaknya mengaku telah menyiapkan desainnya. Hanya saja, penataan ini akan diberlakukan secara bertahap karena membutuhkan dana besar.

“Kita juga nant juga akan meminta bantuan Pemprov Bali untuk membantu kita dalam membenahi infrastruktur tersebut,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00