Tradisi Ziarah 5 Hari di Kauman Pengastulan

Suja"i, Klian Banjar Dinas Kauman, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt

KBRN, Singaraja : Warga masyarakat muslim yang berdomisili di Banjar Dinas Kauman Desa Pengastulan Kecamatan Seririt, hingga kini pertahankan dan lestarikan tradisi ziarah, saling kunjung mengunjungi, serangkaian Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah. Tradisi ini berlangsung selama 5 hari mulai lebaran hari pertama.

Desa Pengastulan Kecamatan Seririt mewilayahi empat banjar yakni Banjar Dinas Sari, Banjar Dinas Purwa, Banjar Dinas Pala dan paling ujung utara adalah Banjar Dinas Kauman. Banjar Dinas Kauman dengan warga 411 KK dan jumlah penduduk 1500 jiwa, sebagian besar warganya beragama Islam.

Salah satu ciri khas yang hingga kini masih dipertahakan dan dilestarikan  warga masyarakat muslim Banjar Dinas Kauman Desa Pengastulan Kecamatan adalah tradisi ziarah atau saling kunjung mengunjungi serangkaian Idul Fitri 1 Syawal.

Ditemui Minggu (16/5/2021) Klian Banjar Dinas Kauman, Suja’i menjelaskan, hal yang unik dalam tradisi ziarah yang telah turun temurun dilaksanakan warganya sejak 15 tahun lalu adalah durasi kegiatannya yang berlangsung hingga 5 hari. Sehingga perayaan ldul Fitri di Banjar Dinas Kauman sangat semarak mulai lebaran hari pertama hingga hari ke-5 masih diiringi gema takbir.

Menyikapi hal itu, Klian Banjar Dinas Kauman, Suja’I mengaku pihaknya telah mengatur jadwal ziarah sedemikian rupa, sehingga antara satu blok dengan blok lainnya dapat terlaksana dengan baik.

“Pada saat 1 syawal setelah idul fitri khusus intern keluarga , pada hari ke dua kita disini terdiri dari 3 blok , sesuai giliran yang sekarang yang pertama dikunjungi wilayah barat, jadi yang dari timur tengah berkunjung ke barat. Pada hari kedua blok barat dan blok timur ke tengah dan yang terakhir yang timur nunggu yang barat dan yang ditengah mengunjungi atau ziaroh mendatangi saudara kita yang ada di sebelah timur dan yang terakhir momennya masih ada yang kelima itu Seririt, hari Senin itulah masyarakat kita ke Seririt, ini sudah berjalan hampir 15 tahun,” jelasnya.

Klian Banjar Dinas Kauman, Sujai menambahkan tradisi ziarah atau mengunjungi keluarga, kerabat terdekat dari satu blok ke blok lainnya dalam wilayah setempat dalam perkembangnnya mengalami perubahan. Ziarah yang dilakukan warga muslim di Banjar Dinas Kauman Desa Pengasulan kini tidak membedakan golongan kaya maupun miskin.

“Kalau dulu kesannya yang dikunjungi itu hanya orang tertentu saja, orang-orang kaya sehingga orang tua kita mengambil insiatif bagaimana kalau ziarah ini kita lakukan secara kolektif dan bergantian, sehingga bukan hanya orang kaya yang didatangi, tidak orang tidak mampu, tidak punya kita datangi. Sehingga terwujud suatu kebersamaan, jadi silaturahmi ini mewujudkan ya ukhuwah islamiyah,” imbuhnya.

Sementara untuk hidangan berupa  nasi, kue dan buah buahan yang dihidangkan tuan rumah tidak menjadi tolak ukur, semampunya disesuaikan dengan kondisi warga. Karena yang paling utama adalah makna dari ziarah atau kebersamaan sesama warga masyarakat setempat.

Klian Banjar Dinas Kauman Suja’i juga menegaskan, dalam kondisi pandemi Covid-19, pihaknya selalu mengingatkan warga masyarakatnya agar dalam pelaksanaan ziarah maupun hari hari lainnya tetap menerapkan protokol kesehatan, sebagai salah satu upaya untuk menghindari klaster baru penyebaran Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00