Dua Bersaudara di Lovina Pilih 'Ngubuh Siap' Ketimbang Pasrah

Bangkit ditengah pandemi, dua bersaudara pilih bisnis ternak ayam kampung

KBRN, Singaraja: Tak ingin tinggal diam di tengah sulitnya lapangan kerja akibat lesunya aktifitas ekonomi, merekayasa pasar mandiri menjadi cara yang tepat bertahan ditengah hantaman covid-19.

Pukulan telak yang dirasakan para pelaku pariwisata di Bali kini memaksa mereka harus kreatif dan inovatif dalam memilih usaha untuk bertahan hidup. Jika saat ini bisnis makanan kecil menjamur, namun cara lain dilirik oleh dua bersaudara Hendra Sukma Pranata dan Kadek Riska.

Bisnis ternak ayam kampung super menjadi pilihan yang menggiurkan bagi Putu Hendra, terlebih ide itu dirintisnya pasca diberhentikan oleh perusahaan perholtelan. Kembali pulang kampung ke Singaraja, peternak milenial asal Desa Kalibukbuk yang sempat bekerja di Denpasar berusaha bangkit untuk tetap menghasilkan pundi rupiah.

“Pandemi sangat berdampak dengan kami yang bergelut dibidang pariwisata. Terpaksa kami putar otak untuk memenuhi tuntutan hidup,” ungkap Hendra yang mengidolakan Bob Sadino.

Menurutnya usaha ternak ayam saat ini masih sangat menjanjikan mengingat tidak memerlukan perawatan yang terlalu sulit dan masa panen yang tergolong singkat. Tak dipungkiri, bisnis ayam yang baru dilakoninya sejak awal tahun 2021 cukup menjanjikan. Permintaan pasar untuk ayam kampung konsumsi masih stabil dan mendekati hari raya di Bali pemesanan ayam kampung sebagai sarana upacara meningkat drastis.

“Kebutuhan ayam kampung di Bali tinggi, selain dimanfaatkan untuk konsumsi karena dagingnya yang khas. Ayam kampung juga dimanfaatkan sebagai sarana upacara bagi umat Hindu seperti pecaruan sehingga kebutuhan pasar juga terbilang tinggi,” imbuhnya.

Sementara pasca sepi tawaran manggung mengisi hiburan malam ditempat makan atau cafe, Kadek Riska turut membantu terjun mengurus bisnis ayam yang baru mulai dengan pengembangan 200 ekor.

Riska menyebut, tak hanya kuantitas, namun kualitas menjadi harga mati untuk perawatan unggasnya. Hal itu dilakoni dengan memberikan nutrisi tambahan rutin sehingga ayam yang diproduksinya dipastikan sehat.

“Saat ini kami bakal fokus untuk bisnis dipengembangan ayam, rencana bakal kami terus kembangkan perlahan. Pemberian vitamin dan kebersihan kandang juga kami jaga selain pakan yang berkualitas,” imbuh Kadek Riska.

Menurut dua bersaudara itu bisnis ayam kampung super, bakal menjadi bisnis yang terus dikembangkan mengingat hasil didapat cukup menjanjikan. Meraka tetap mengambil hikmah dibalik pandemi dengan tetap berusaha untuk menjadi peternak sukses.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00