Kembangkan Inovasi Tenun Ikat, Pasek Sudarsana Sulap Serat Bambu Jadi Kain Anti Jamur

Pasek Sudarsana coba kembangkan kain tenun dari serat bambu

KBRN, Singaraja: Upaya mengangkat dan melestarikan Kain Tenun Tradisional Bali atau Kain Tenun Endek Bali resmi digulirkan Gubernur Bali Wayan Koster melalui pemberlakuan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2021.

Sejumlah upaya untuk menarik minat pasar terhadap keberadaan kain tradisional kini coba dikembangkan salah seorang perajin tenun Pasek Sudarsana sekaligus pemilik Tenun Berdikari. Ditangan terapilnya Pasek Sudarsana menyulap serat bambu untuk dijadikan kain tenun yang diklaim memiliki keunikan yang khas. 

"Kain dari serat bambu dipercaya anti jamur karna ada proses tertentu. Kalau bahan dari katun pasti ada bintik hitam. Kain dari serat bambu ini tidak.Hasilnya luar biasa, ini baru kita coba," ungkapnya, Selasa (23/2/2021).

Lebih jauh dijelaskan inspirasi datang tak sengaja saat Pasek Sudarsana dikirimkan sejumlah benang serat bambu oleh rekannya. Saat ini dirinya mengembangkan beberapa sampel kain tenun ikat yang berhasil dianyamnya dengan alat tenun dirumahnya. Hanya beberpa sampel yang sudah diproduksi dan akan dikembangkan kedepan jika ada permintaan pasar.

"Pembeli sementara belum ada, baru kita coba dan akan kita buat cap (label) untuk bisa dipasarkan. Kondisi pandemi saat ini kami belum bisa leluasa produksi masal," imbuhnya.

Saat ini dipasaran, tenun dari serat alam sedang menjadi trend, seolah ingin mencari celah ditengah maraknya perkembangan teknologi pertekstilan, berbagai macam produk, sehingga kreasi dan inovasi kain tenun dari serat bambu yang di produksinya kedepan bisa menjadi pasar baru ditengah lesunya minat endek tradisional Bali. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00