Sejumlah Hotel di Bali Siap Pasok Buah Lokal Buleleng

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana saat bertemu anggota IHGMA, Jumat (20/11/2020) lalu
Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana saat bertemu anggota IHGMA, Jumat (20/11/2020) lalu
Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana saat bertemu anggota IHGMA, Jumat (20/11/2020) lalu

KBRN, Singaraja : Pemerintah Kabupaten Buleleng semakin menunjukan keseriusannya dalam meningkatkan dan memperluas pasar buah lokal Buleleng.

Sebelumnya, Pemkab Buleleng menjalin kerjasama dengan Pemkab Badung, terkait pemasaran buah lokal di hotel-hotel di wilayah Kabupaten Badung yang menjadi tempat menginap wisatawan. Kali ini, Pemkab Buleleng kembali akan melakukan kerjasama dengan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali.

Pada pertemuan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana dengan anggota IHGMA, Jumat (20/11/2020) dilakukan pembahasan tentang kerjasama pemberdayaan hasil pangan dari Kabupaten Buleleng agar bisa diserap di industri perhotelan khususnya yang tergabung dalam IHGMA Bali. Selain itu, kerjasama ini juga untuk meningkatkan mutu dan keahlian SDM pariwisata Kabupaten Buleleng melalui lembaga pendidikan vokasi.

Ketua Bidang Hukum, Legal, Perijinan dan Hubungan Pemerintahan IHGMA Bali, Agung Suddha mengatakan, nanti pihaknya akan membuatkan sistem dan perencanaan untuk mempermudah pemasaran pangan di hotel-hotel.

"Ada 160 anggota kami yang siap untuk kerjasama ini. Kedepannya akan ada pertemuan untuk membahas lebih dalam lagi terkait kerjasama ini," jelasnya.

Ia menambahkan, bukan hanya buah lokal yang siap diserap, namun kedepan pihaknya juga akan menyerap hasil pertanian lainnya seperti beras dan juga olahan makanan.

"Kita mulai dari yang sederhana dulu, seperti buah mangga, buah anggur, atau buah-buahan lain. Untuk pangan yang lain, nanti dinas terkait bisa bekerjasama dengan kami, dan kami akan buatkan sistem cara pemesanan, pengiriman, harga produknya dan kualitas produknya," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Agus Suradnyana, mengatakan, saat ini yang paling penting kita harus menghitung supply (pasokan) dan demand (permintaan). jika sudah ada permintaan, pemerintah dan petani akan mengatur pasokan yang ada. Ia menambahkan, penyediaan buah dimulai dari pembibitan dan pemeliharaan.

"Teknologi pertanian organik memang penting, namun lebih penting lagi ketika hasil pertanian tersebut ada yang menyerap," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00