Omset Anjlok, Perajin Tenun Buleleng Semangat Kreasikan Produk Sasar Milenial

KBRN, Singaraja:  Pandemi Covid-19 memberikan dampak buruk bagi penurunan ekonomi secara drastis bagi global. Termasuk yang dialami oleh sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Buleleng Bali.

Para pengusaha maupun perajin yang awalnya mendapatkan pasar kini harus kehilangan penghasilan akibat lesunya aktifitas ekonomi. Begitulah yang dirasakan Putu Ayu Widiani, perajin tenun ikat sekaligus pemilik Ayu Windi Tenun Ikat di Kota Singaraja.

Pandemi yang menghatam Indonesia selama sembilan bulan ini membuat omset pengusaha milenial ini terjun bebas. Dirinya mengaku selama ini pihaknya bertumpu pada event pameran untuk memasarkan produk kerajinannya.

“Beberapa pameran dan festival dibatalkan, biasanya kami manfaatkan event untuk promosi. Omset turun drastis hampir lebih dari separuhnya,” tutur Windi, Kamis (19/11/2020).

Tak berhenti pada kondisi sulit akibat pandemi, Pemilik Butik Ayu Windi Tenun Ikat sejak beberapa bulan terakhir terus berinovasi untuk mengembangkan produk turunan hasil kerajinan yang ia produksi sendiri maupun datangkan langsung dari  Kabupaten Kelungkung.

Sejumlah produk bahkan mulai diminati pasar generasi muda di Buleleng, yang kini mulai dipasarkan melalui online.

“Kita kembangkan produk dari kreasi turunan endek, yang paling diminati masker endek, bandana, sarung bantal endek, pouch atau kecil yang laris dimasa pandemi. Selain pemasaran masih datang langsung,” imbuhnya.

Mengingat minat penggunaan tenun mulai meningkat, kini pengusaha muda itu terus berinovasi memberikan sentuhan casual sehingga kesan tenun tersebut jauh dari kata formal maupun kuno.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00