DKPP Jamin Produksi Udang Buleleng Bebas Dari AHPND

KBRN, Singaraja : Merebaknya wabah AHPND atau penyakit pada udang yang terjadi di Filipina hingga Tahiland, diakui Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, belum sampai menyerang tambak udang yang sebagian besar beroperasi di sepanjang pesisir pantai Kecamatan Gerokgak.

Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan yang dilakukan langsung oleh Kepala Balai  Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Kabupaten Karangasem bersama tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat menegaskan bahwa hasil uji coba laboratorium yang dilakukan di  BPIU2K Karangasem, hasilnya dinyatakan negatif AHPND.

Mengingat bulan bulan ini baru tahap budidaya udang belum sampai tahap panen, maka Gede Melandrat berharap kepada para petani tambak udang di Kecamatan Gerokgak agar cepat mengantisipasi dan menyikapi kondisi iklim ekstrim yang terjadi akhir akhir ini.

“Kebetulan Buleleng ini juga punya indukan udang terus telurnya juga masih di sekitaran sini, tidak sampai keluar gitu mencarinya. Tetapi atas tanda-tanda atau ciri-cirinya kita sudah melakukan cek lab, hasilnya sudah ada, jadi negatif. Oleh karena itu saya sangat berharap, bahwa petani yang ada di Buleleng khususnya tambak udang ini cepat bisa menganalisa kondisi cuaca yang ekstrim sekarang ini, karena pasti akan berdampak,” jelas Melandrat.

Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng Gede Melandrat menambahkan, jajarannya telah mengarahkan para petani tambak agar melakukan langkah antisipasi dini, satu diantaranya pera petani tambak diharapkan tidak lagi mendatangkan udang jenis pandame atau udah putih dari wilayah lain untuk masuk ke Bali umumnya dan Buleleng khususnya.

Apalagi jenis udang dimaksud sudah ada sebuah perusahaan di Kecamatan Gerokgak yang membudidayakan udang pandame untuk pembenihan atau indukan. Disamping indukan jenis ikan lain untuk benih, kini juga telah dibudidayakan di Buleleng seperti ikan kerapu macan, bandeng dan lobster.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00