Jelang Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Harga Telor Merangkak Naik

KBRN, Singaraja : Dalam memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada tanggal 29 Oktober 2020 nanti, ada satu tradisi yang kini tetap dilestarikan oleh sebagian besar umat Islam di Kabupaten Buleleng, yakni membuat sokok telur yang ditata rapi dalam sebuah pejegan atau dikenal dengan pajegan telur.

Walau kegiatan dimaksud pelaksanaanya minggu depan, namun diakui salah seorang pedagang telur Nyoman Sriyani, tanda-tanda kenaikan harga telur di pasar sudah terjadi seminggu lalu. Harga per kerat telur kualitas super ukuran besar dari Rp38.000 menjadi Rp40.000. Ukuran sedang rata-rata mengalami kenaikan Rp1.000 dari sebelumnya per kerat antara Rp37.000 dan Rp35.000.

Sementara untuk daging sapi kualitas satu Rp95.000 per kilogram, kualitas dua Rp80.000 dan untuk daging ayam ras utuh harga eceran tertinggi Rp34.000 per kilogram. Beras dari berbagai merk per kilogram Rp11.000 hingga Rp11.500 dan minyak goreng curah Rp11.000 per kilogram sedangkan minyak goreng kemasan per liter Rp14.000.

Bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah mengalami kenaikan dari harga sebelumnya Rp20.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, sedangkan bawang putih Rp20.000 sebelumnya per kilogram hanya Rp18.000. Kenaikan harga juga terjadi pada cabai besar dari harga sebelumnya Rp23.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Cabai rawit dari Rp15.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.

Sedangkan, untuk harga sayuran kenaikan tertinggi terjadi pada harga buncis yang sebelumnya Rp8.000 menjadi Rp.12.000 per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi pada harga sayuran kol dari harga Rp4.000 menjadi Rp6.000 dan sawi putih dari harga Rp5.000 menjadi Rp8.000 per kilogram. Kentang dari harga sebelumnya Rp12.000 menajdi Rp13.000 dan untuk harga tomat per kilogram masih tetap di harga semula yakni Rp4.000 per kilogram.

Sisi menarik saat Reporter RRI melakukan pemantauan beberapa harga sembilan kebutuhan pokok di Pasar Anyar Singaraja kemarin, yakni eksisnya petugas keamanan dan kebersihan pasar melakukan pengecekan suhu tubuh warga masyarakat yang keluar masuk pasar, baik pedagang maupun pembeli. Kegiatan ini dilakukan mulai pukul 06.00 sampai 10.00 Wita sejak Covid-19 mewabah dan diatas pukul 10.00 Wita Jalan Sawo kawasan Pasar Anyar dibuka bebas keluar masuk kawasan. Sebagaimana hari hari biasanya sebelum masa pandemi, dengan alasan para pedagang sudah sebagian besar menutup tempat usahanya dan situasi pasar sudah sepi.

“Mulai saat itu kami disuruh memecah kerumunan di pasar. Misalnya Jalan Sawo jadi dibuka, jarak antar pedagang dilonggarkan. Disediakan tempat cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh. Selama pelaksanaan pengecekan suhu tubuh tidak ada yang mencapai 37,5 keatas. Semuanya berkisar 36 kebawah. Mungkin, masyarakat juga sudah mengerti jika suhu tubuhnya tinggi, maka ia tinggal di rumah saja,” ucap Ketut Witana selaku staf keamanan dan koordinator kebersihan Pasar Anyar.

Ketut Witana menambahkan khusus untuk menjaga keamanan di Pasar Anyar Singaraja. Dalam sehari PD Pasar menerjunkan petugasnya sebanyak  8 orang , 4 orang diantaranya bertugas mulai pagi sampai siang, malam 2 orang dan libur 2 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00