Pamer Kopi Buleleng, Pertemukan Pelaku dan Pecinta Kopi

KBRN, Singaraja : Kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan yang ada di Buleleng. Kabupaten Buleleng mempunyai potensi kopi yang cukup tinggi. Saat ini luas lahan pertanian kopi di Buleleng mencapai 11.033,87 hektar. Seluas 9.422,87 hektar diantaranya merupakan lahan pertanian kopi robusta dan 1.611 hektare sisanya merupakan lahan pertanian arabika. Setiap tahunnya Buleleng mampu menghasilkan sebanyak 4.524,38 ton kopi robusta dan arabika. Kopi robusta sebanyak 3.986 dan 538,26 ton kopi arabika.

Dengan hasil yang cukup banyak ini, Buleleng menjadi kabupaten penyedia kebutuhan kopi di Bali dan Indonesia. Namun dengan jumlah yang banyak ini, tidak serta merta membuat kopi Buleleng menjadi tuan rumah di daerahnya.

Ajang Pamer Kopi Buleleng yang diselenggarakan Koperasi Pangan Bali Utara, 2-3 Oktober 2020 bekerjasama dengan Coffee Shop Ko-Vaitnam, merupakan salah satu langkah untuk memperkenalkan Kopi Buleleng. Dalam kegiatan ini juga mempertemukan antar pemain kopi di Buleleng. Dengan bertemunya para pelaku kopi ini, maka dapat saling bertukar pikiran mengenai kopi di wilayahnya masing-masing.

Ketua Koperasi Pangan Bali Utara, Dede Tobing Crysnanjaya, Jumat (2/10/2020) mengatakan, kegiatan Pamer Kopi Buleleng ini juga serangkaian dengan Hari Kopi Internasional pada tanggal 1 Oktober. Kegiatan ini juga merupakan upaya untuk mempopulerkan kopi Buleleng.

“Berbicara masalah kopi adalah berbicara tentang rasa. Disini kami pertemukan pelaku-pelaku kopi dan juga pecinta kopi. Kami berharap dengan adanya ajang ini, dapat membantu memasarkan produk mereka ditengah pandemi ini,” ucapnya.

Tobing menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan dua hari di Coffee Shop Ko-Vaitnam Jalan Bisma Nomor 76 Singaraja ini juga diisi dengan eksebisi kopi. Ada tujuh brand kopi lokal Buleleng yang turut memamerkan produknya dalam kegiatan ini.

“Mereka diantaranya Kopi Gesing, Kopi Moola Pedawa, Kopi Banyuatis, Kopitem Sekumpul, Kopi Blue Tamblingan, Amerta Giri Wanagiri dan Wanagiri Bali Coffee,” jelas Tobing.

Selain memamerkan beberapa produk kopi lokal Buleleng, kegiatan Pamer Kopi Buleleng juga diisi dengan diskusi tentang potensi kopi. Pada hari pertama kegiatan ini menghadirkan narasumber Ketua KWT Sari Amerta Giri Komang Budiani, yang membahas tentang proses yang dilakukan oleh para perempuan tani di Desa Wanagiri dan Ketut Sudisma pemilik brand Kopitem Sekumpul yang membahas tentang anak muda yang mencoba membangun usaha kopi dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.

Dihari kedua, Sabtu (3/10) besok menghadirkan narasumber Putu Ardana pemilik brand kopi Blue Tamblingan yang membahas tentang perkembangan kopi di dataran tinggi Buleleng. Komang Sukarsana pemilik brand Kopi Bali Arabika yang membahas tentang potensi dan peluang bisnis kopi Buleleng di Bali dan Indonesia, dan terakhir Gede Pusaka Direktur Kopi Banyuatis dan Kopling dengan bahasan tentang legenda kopi di Buleleng yang hingga saat ini masih bertahan di Buleleng.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00