Bupati Apresiasi Pengembangan Tanaman Bawang Putih di Wanagiri

Bupati Agus Suradnyana turut panen bawang putih milik Kelompok Tani Manik Pertiwi Desa Wanagiri

KBRN, Singaraja : Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Kamis (6/8/2020) turut memanen bawang putih di demplot pertanian milik Kelompok Tani Manik Pertiwi Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada yang saat ini sudah memasuki masa panen.

Kelompok Tani Manik Pertiwi telah mengembangkan komoditi bawang putih sejak tahun 2017 lalu. Demplot pertanian bawang putih ini merupakan binaan dari perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Sejak mulai dikembangkan, lahan yang luasnya 5 hektar ini menunjukan hasil panen yang cukup baik. Perhektarnya, hasil panen mencapai 7-8 ton sekali panen. Jika ditotal dengan luasan 5 hektar hasilnya bisa mencapai 45 ton sekali panen.

Varietas bawang putih yang dikembangkan di atas lahan 5 hektar ini berjenis lumbu hijau. Dipilihnya bawang putih jenis ini dikarenakan, lumbu hijau merupakan yang paling baik untuk dikembangkan di Desa Wanagiri. Acara panen bersama ini, dihadiri pula Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho, Anggota DPR RI Komisi XI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, Forkompinda Buleleng dan anggota Kelompok Tani Manik Pertiwi.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengapresiasi upaya Bank Indonesia mengembangkan demonstration plot atau lahan percontohan di Desa Wanagiri. Sebab bawang putih cukup berpengaruh pada neraca impor. Hanya saja, Agus meminta agar pengembangan komoditas bawang putih tak dilakukan secara masif. Apabila dilakukan secara masif, ia khawatir akan berpengaruh pada kondisi ketersediaan air di wilayah hilir.

“Nanti kita cari jalan keluar. Saya inginnya lahan di Wanagiri ini 75 persen diisi tanaman keras, yang 25 persen boleh diisi bawang putih atau bunga. Supaya ada kontribusi ketersediaan air pada daerah di bawah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Manik Pertiwi, Desa Wanagiri, Ketut Sandi menuturkan, hasil panen bawang putih di Desa Wanagiri dijual dengan harga Rp.25.000 hingga Rp.35.000 perkilogram.

"Selama dua tahun uji coba hasil panen bawang putih menunjukkan hasil yang cukup baik, dan harganya pun cukup baik dipasaran," ungkap Ketut Sandi.

Di Kabupaten Buleleng ada beberapa daerah yang mempunyai potensi pengembangan bawang putih yakni di Desa Wanagiri ,Desa Bontihing, Desa Pakisan, Desa Banyuatis, Desa Gesing, Desa Gobleg, Desa Munduk, Desa Uma Jero dan Desa Bengkel. Saat ini pemerintah bersama Bank Indonesia membuka lahan percontohan areal tanam bawang putih seluas 7 hektar di Buleleng. Seluas 5 hektar berada di Desa Wanagiri, sementara 2 hektar lainnya ada di Desa Bontihing dan Desa Pakisan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00