Buleleng Segera Bentuk 5 Sentra Pangan Andalan

Lima narasumber pembinaan UMKM di Buleleng
Peserta UMKM dari 5 desa
Kepala Loka POM Kabupaten Buleleng, Made Ery Bahari Hantana, memberikan penjelasan kepada peserta UMKM

KBRN, Singaraja : Sejak awal pandemi Covid-19, banyak perubahan terjadi mulai dari kehidupan bermasyarakat termasuk juga bagi para pelaku usaha mulai dari mikro sampai besar.

Menjawab masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagperinkop-UKM), Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMDPTSP), Loka POM, dan Dinas Kesehatan tahun ini akan membentuk 5 Sentra Pangan.

Program ini ditujukan untuk olahan pangan seperti gula aren di Desa Pedawa, dodol di Desa Pengelatan, garam di Desa Les, produk olahan makanan seperti selai (jam) dan olahan chili di Desa Pancasari, serta sentra pangan herbal di Desa Panji seperti jahe merah dan beras organik.

Pembinaan dan pendampingan UMKM pangan berlangsung di ruang rapat Kantor Disdagperinkop-UKM Buleleng, Rabu (24/03/2021) siang. Kepala Disdagperinkop-UKM, Dewa Made Sudiarta, usai kegiatan tersebut menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian pendampingan lanjutan untuk pelaku UMKM.

"Melakukan dampingan untuk pelaku-pelaku UMKM yang nanti kita fokuskan di lima desa sentra untuk melakukan dampingan secara menyeluruh,” ucapnya.

Diketahui bahwa hasil pantauan di lapangan beserta tim bahwa izin edar produk yang dihasilkan oleh IRTP berupa Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) belum bisa dipenuhi oleh sebagian besar UMKM di Buleleng. Terkait hal itu, Kepala Loka POM Kabupaten Buleleng, Made Ery Bahari Hantana, di lokasi yang sama mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh kegiatan program pendampingan UMKM.

"Produk-produk yang beredar saat ini kenyataannya banyak kualitasnya, banyak yang bagus tetapi dari segi perizinannya memang masih banyak yang belum," ungkap Ery Bahari.

Ia menambahkan, dengan dibentuknya 5 sentra pangan di 5 desa di Buleleng, diharapkan pembinaan dan pengawalannya bisa lebih komprehensif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00