Populasi Jalak Bali Terus Meningkat di Kawasan Balai TNBB

Populasi Jalak Bali terus berkembang

KBRN, Singaraja: Burung Jalak Bali atau dikenal dengan istilah lokal kedis Curik Bali yang menyandang status terancam punah, kini populasinya meningkat. Saat ini mudah menemukan satwa endemik ini di sekitar Taman Nasional Bali Barat termasuk dipemukiman. Keberhasilan peningkatan populasi Jalak Bali, karena adanya usaha penangkaran dan pelepasliaran di alam.

Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Drh. Agus Ngurah Krisna Kepakisan, M.Si mengaku pembatasan kunjungan ke objek wisata di TNBB menyebabkan perkembangan populasi berbagai jenis satwa termasuk Jalak Bali meningkat tajam. 

Dikonfirmai via telepon, Agus Krisna menerangkan peningkatan jumlah populasi dipengaruhi tingkat produktifitas indukan yang ada suaka satwa cukup tinggi. Saat ini jumlah burung yang terdata di kawasan TNBB mencapai 397 ekor.

“Produktifitas Curik Bali cukup tinggi, dipenangkaran ada 50 indukan. Dalam setahun ada 100 ekor yang kita lepas liarkan yang umurnya sudah 8-12 bulan,” ungkapnya.

Kepala Bali Agus Krisna lebih jauh menerangkan peningkatan Jalak Bali bukan di alam liar saja, melainkan juga keberhasilan penangkaran yang dilakukan oleh 6 desa penyangga TNBB. Masyarakat kelompok penangkar yang ada di Desa Sumberklampok, Pejarakan, Blimbingsari, Ekasari, Melaya dan Gilimanuk berhasil membantu dalam pengembangan burung endemik khas Pulau Dewata.

Disinggung alokasi anggaran pemeliharaan burung Curik Bali, Kepala Balai TNBB menuturkan tidak ada pemotongan akibat dampak covid 19. Agus Krisna menjelaskan anggaran tersebut mencapai Rp. 680 juta dimana untuk memenuhi kebutuhan pakan di swaka satwa dan alam liar, nutruisi, pemeriksaan kesehatan, sanitasi dan sarana -prasarana  penangkaran Jalak Bali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00