Terkendala Cuaca, Pokmaswas Penimbangan Lestari Eksis Selamatkan Telur Penyu

Proses penyelamatan telur penyu

KBRN, Singaraja: Oganisasi kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Penimbangan Lestari, Desa Baktiseraga, Buleleng terus eksis bergerak melakukan upaya konservasi penyu. Sejak tahun 2017 kelompok yang anggota terdiri dari para nelayan pantai berhasil menyelamatkan ribuan telur satwa yang dilindungi.

Tak hanya menyelamatkan telur penyu dikawasan Baktisraga, Pokmaswas Penimbangan Lestari  juga bersinergi dengan desa-desa di perairan Bali Utara. Paling anyar ratusan telur diserahkan oleh Pemerintah Desa Banjar untuk ditangkarkan di pusat konservasi penyu Desa Baktiseraga.

Ketua Pokmaswas Penimbangan Lestari Gede Wiadnyana dikonfirmasi RRI mengatakan, saat ini terkendala cuaca ekstrem banyak penyu yang kesulitan kedarat untuk bertelur.

“Kondisi sekarang masih musim hujan dan pasang masih tinggi. Penyu biasanya naik di Bulan Juni-Juli saat air mulai normal. Awal bulan Februari ini kami sudah dapat kiriman telur dari Desa Banjar dibawa langsung sama Perbekel sebanyak 118 butir,” jelasnya

Widanyana menambahkan telur yang diterima sudah diselamatkan dan akan ditetaskan  dalam waktu dua bulan kedepan. Nantinya telur yang berhasil menjadi tukik akan kembali diserahkan kepada Pemdes Banjar untuk selanjutnya dilepas bebas saat cuaca normal.

“Semua telur yang berhasil menetasa akan diserahkan ke tempat dimana asalnya kemudian untuk dirilis,” imbuh Wiadnyana.

Konservasi Penyu terus digalakkan Pokmaswas Penimbangan Lestari untuk memastikan keberlangsungan satwa diambang kepunahan itu.  Gede Wiadnyana mengakui, saat ini kesadaran masarakat untuk menjaga populasi penyu semakin tinggi. Terbukti tiap tahunnya jumlah telur menjadi tukik yang dilepas liarkan meningkat 

“Tahun 2016 ada sejumlah 1017, tahun berikutnya 2017 sebanyak 1633, Tahun 2018 jumlahnya 3115, dan Tahun 2019 sampai sekarang  sebanyak 4450 butir,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00